Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah: Ditjen PAS Agar Benahi Masalah Gunung Es di Rutan Secepatnya

SOLO, KRJOGJA.com – Munculnya silang sengkarut permasalahan  di lapas (Lembaga Pemasyarakatan) dan di rutan (Rumah Tahanan) tak pernah mereda hingga sekarang adalah fenomena yang memprihatinkan bagi kelangsungan pembinaan narapidana (napi) di Indonesia. Setidaknya berkaca pada kasus warga Malaysia, Ahmad Fitri bin MD Latib yang harus kehilangan tiga jari tangannya akibat ditebas oleh napi bernama Aming di Lapas Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Terbaru, adanya kasus penceramah Bahar bin Smith yang terlibat perselisihan dengan terpidana Very Idham Henyansyah alias Ryan, pembunuh berantai asal Jombang di Lapas Gunung Sindur yang berujung perkelahian. Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah berpendapat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) semestinya melakukan pembenahan dalam Rutan dan Lapas.

Menurut Trubus Rahadiansyah pengamat kebijakan publik dari Fakultas Hukum Universitas Trisakti Jakarta kepada wartawan menggunakan alat komunikasi whatsap, Rabu (8/9/2021) menilai dari sisi leadership di Ditjen PAS memang ada masalah. ” Permasalahan yang terjadi di Rutan dan Lapas bak gunung es. Hal tersebut dapat menjadi ancaman besar,” tandas Trubus Rahadiansyah.

Melihat berbagai kasus di Lapas maupun di Rutan itu, pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menyoroti sistem dan kinerja Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS).

“Dirjen PAS mempunyai wewenang cukup besar, ada anggaran dan sebagainya, adanya dana tersebut seharusnya bisa digunakan untuk pembenahan. Artinya ada tindakan bagi yang melakukan pelanggaran hukum berat seharusnya diberi sanksi,” tegas Trubus.

BERITA REKOMENDASI