Pengawal Setia Presiden Soekarno Meninggal Dunia

SRAGEN, KRjogja.com – Salah satu anggota pasukan pengawal Presiden Soekarno, Letnan Dua Ahmad Soetarjo meninggal dunia dan dimakamkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Manding, Sragen, Rabu (24/1). Pejuang yang tinggal di Jalan Slamet Riyadi nomer 82, Kampung Cantel Kulon RT 2/RW 22 Sragen ini meninggal di usia 101 tahun.

Meninggalkan satu isteri, 14 anak, 23 cucu dan buyut, pangkat terakhirnya Letnan Dua dengan nomor registrasi pasukan 233723. Eddy Herwanto, putra pertama yang ditemui usai pemakaman mengatakan ayahnya memang menjadi salah satu pasukan yang bertugas mengawal tokoh Proklamator Bung Karno, termasuk saat Agresi MIliter I dan Agresi Militer II di Yogya. "Meski jarang bercerita, tapi Bapak pernah bercerita kalau tugasnya mengawal Bung Karno," ujar Eddy.

Eddy yang juga mantan jurnalis senior di Jakarta menjelaskan, selama ibu kota Republik Indonesia ada di Yogyakarta, Soetarjo menjadi bagian yang tak terpisahkan mengawal Bung Karno. Kemudian saat ibu kota pindah ke Jakarta, Soetarjo juga masih mengawal Presiden RI pertama tersebut.

Soetarjo juga menjadi salah satu komandan di Wehrkreise (daerah perlawanan) III Yogyakarta, saat Serangan Umum merebut kembali Kota Yogya pada 1949. Setidaknya, ayahnya sudah 10 kali terjun payung dalam berbagai operasi tempur. Dia mengawali dengan jabatan Sersan Mayor dan resmi pensiun pada 1978. 

Menurut Eddy, meski belum waktunya purna tugas, tapi Soetarjo memilih untuk pensiun dini dari dinas ketentaraan. Hal ini karena tidak tahan dengan birokrasi dan ajakan untuk korupsi. Selain itu ayahnya juga paling malas untuk mengurus pangkat dan tanda jasa atau bintang penghargaan. Padahal bila mau diurus, banyak sekali tanda jasa yang layak didapatkan. "Bapak itu orang yang sederhana dan tidak mau 'neko-neko', beliau memang jarang bercerita tentang tugasnya dan berpesan supaya tidak dimakamkan di taman makam pahlawan kalau meninggal," tandas Eddy yang juga Bendahara Perhimpunan Profesi Likuidator Indonesia tersebut. 

Kali terakhir, Soetarjo bertugas sebagai staf di Mabes ABRI, yang saat itu masih berada di Jalan Medan Merdeka Barat. Karena sering bertugas, Soetarjo juga telat menikah dan baru menikah saat usia 34 tahun. Bahkan untuk sekedar berfoto pun ayahnya tidak pernah mau. (Sam)

BERITA REKOMENDASI