Pengawasan Partisipatif Dikemas Pentas Wayang Kulit

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Matinya Sengkuni dalam lakon Gurit Pritgantil Kidung Pemilu menunjukkan kebersamaan dalam kebaikan mengalahkan kejahatan dan ujaran kebencian. Gelaran wayang kulit yang diinisiasi Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Kustawa Esye ini ingin mengajak masyarakat Jawa tradisional berpartisipasi aktif mengawasi tahapan pesta demokrasi lima tahunan.

“Lakon ini mengisahkan matinya Sengkuni. Tentunya, tokoh antagonis tidak sendirian. Ia bersama dan mempengaruhi sekelilingnya untuk menciptakan sengkala. Nah, Gurit Pritgandil Kidung Pemilu merupakan doa untuk menghilangkannya. Dalam hal ini, sengkala atau permasalahan pemilu,” kata Kustawa kepada KRJOGJA.com jelang pentas di Taman Sari, Selasa (3/4/2018) malam.

Berdurasi 45 menit, Kustawa yang bernama panggung ki Buyut Lawu memainkan bilah-bilah wayang kulit karakter Sengkuni, Werkudara dan Puntadewa secara bergantian sesuai alurnya. Jalan cerita serius mampu diramu sedemikian rupa sehingga menarik disaksikan hingga pungkasan. Ki Buyut Lawu mengatakan pentasnya bukanlah wayang kulit berkiblat pakem, namun kolaborasi multimedia. Dimasukkan ragam ilustrasi seperti geguritan dan syair oleh sinden dan budayawan. Ia mengajak komunitas seniman Kyai Damar Sesulo di panggung tersebut.

“Sosialisasi apapun dengan menggunakan seni budaya akan mudah diterima masyarakat berkultur Jawa. Ini bukan kali pertama kami pentas, namun sudah keenam kalinya. Pertama pada 2010 lalu. Sempat mendapat penghargaan dari Yayasan Abdi Seni Budaya Nasional,” katanya.

Pentas kali ini tergolong sukses dengan mengundang jajaran Bawaslu Jawa Tengah, pasangan calon bupati wakil bupati Karanganyar, KPU, pejabat Pemkab Karanganyar dan masyarakat umum.

Karya para pujangga masa lalu dikupas mendalam melalui geguritan yang diaransemen ulang. Diantaranya wejangan pujangga agung Ronggowarsito dan ilir-ilir karya Sunan Kalijaga.

“Serat Kolotido dionceki atau dikupas tuntas. Karya sastra itu dibuat di masa lampau, namun esensinya tak lekang oleh waktu,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI