Pengendalian Banjir di Solo, Energi Pintu Air Andalkan PLN

SOLO, KRJOGJA.com – Operasional pompa pengendali banjir di Solo yang selama ini memanfaatkan generator sebagai sumber energi cadangan, hendak mengandalkan suplai listrik dari PT PLN (Persero) secara total dengan menjadi pelanggan premium. Pun sistem kerja pompa dilengkapi sensor yang mampu bekerja otomatis ketika permukaan air menyentuh ketinggian tertentu, agar pengendalian banjir dapat dilakukan lebih maksimal.

Migrasi sumber daya energi, ungkap Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menjawab wartawan, di Balaikota, Rabu (26/2/2020), berpertimbangan pada keberlangsungan suplai listrik dengan status pelanggan premium yang dijamin tidak pernah padam. Sementara generator kendati hanya sebatas sebagai sumber energi cadangan, berpotensi mengalami gangguan, karena berbagai sebab. Padahal, saat turun hujan, acapkali listrik PLN mati, lalu untuk mengoperasikan pompa menggunakan generator.

Persoalannya, tambah pria bersapaan akrab Rudy, saat generator hendak dinyalakan, ternyata ngadat, sehingga air yang seharusnya dipompa ke Bengawan Solo, meluber menggenangi kawasan lebih rendah. Sebaliknya, jika keberlangsungan sumber listrik terjamin tak pernah padam, dipastikan pompa dapat dioperasikan setiap saat, dan berkerja secara otomatis, tanpa harus direpotkan dengan menstarter generator, menyiapkan bahan bakar dalam jumlah mencukupi, dan sebagainya.

Sistem operasional pompa, nanti juga dilengkapi sensor yang mampu mendeteksi fluktuasi tinggi permukaan air di pintu pengendali banjir, sehingga pada level tertentu pompa langsung hidup. Dengan begitu, operasional pompa tak lagi mengandalkan petugas yang kadang lupa membuka atau penutup pintu air menyesuaikan kondisi permukaan air saat itu, selain pula memungkinkan terjadi efisiensi secara terukur.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Endah Sitaresmi Suryandari menyebutkan hendak mengkaji lebih detil rencana penggantian sumber energi pompa pengendali banjir tersebut, dengan menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Dari sekitar 45 pintu pengendali banjir di Kota Solo, penggantian catu daya energi kemungkinan hanya diaplikasikan pada dua pintu pengendali banjir induk, masing-masing Demangan dan Tirtonadi. Sedangkan pintu pengendali banjir lain di sejumlah anak sungai yang relatif kecil, menurut Sita, perlu dipikirkan lagi kemungkinan mengganti sumber litrik, sebab beberapa diantaranya memang tidak dilengkapi dengan pompa.

Sedangkan Manajer PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3), Ari Prasetyo Nugroho, menambahkan, secara teknis operasional pompa pengendali banjir dengan mengandalkan listrik PLN, cukup memungkinkan. Bahkan pihaknya bersiap membantu menyelesaikan persoalan terkait dengan operasional infrastruktur pengendali banjir itu, hanya saja memang masih memerlukan survei lapangan.(Hut)

BERITA REKOMENDASI