Pengendara Jalur Darurat Kaling Diminta Waspada

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Pemanfaatan jalan darurat Desa Kaling, Tasikmadu membutuhkan pengaturan lalu lintas nonstop secara manual. Sukarelawan bersama Satgas BPBD membagi shift penjagaan lalu lintas di jalur utama penghubung Tasikmadu-Kebakkramat itu.

“Diatur keluar masuknya kendaraan yang melewati jalan darurat. Paling ramai pagi waktu anak sekolah berangkat dan pulang. Bahkan pada malam hari, ramai bus lewat pengangkut karyawan pabrik,” kata Satgas BPBD Karanganyar yang bertugas di jalan darurat itu, Sukamto kepada KR, Senin (19/3).

Sejak jalan darurat dibangun pekan lalu, lalu lintas dari Desa Alastuwo, Kebakkramat ke Desa Kaling, Tasikmadu maupun sebaliknya dibuka secara terbatas. Satgas bersama sukarelawan dari Potlot Tasikmadu silih berganti mengawal perlintasan itu dalam empat shift yang berganti tiap enam jam dalam sehari. Mereka mendirikan tenda posko di ujung jalan.

Saat mengatur arus kendaraan, sukarelawan saling berkomunikasi menggunakan pesawat radio. Usai jalan utama ambrol pekan lalu, penggunaan jalan darurat hanya 4 meter dari total lebar jalan sekitar 8 meter. Jalan darurat itu bermaterial tanah yang dipadatkan serta diuruk batu kerikil. Para sukarelawan bertugas memastikan mobil dan kedaraan roda dua selamat melintasinya. Tak jarang mereka menegur pengendara sepeda motor yang nekat menerobos aba-aba serta mengingatkan pengemudi agar mengurangi kecepatan.

“Kalau ada truk atau mobil, disilakan lewat duluan. Dari ujung satunya ditahan dulu. Bahaya simpangan karena jalannya sempit dan menikung. Biasanya saat hujan, di kedua ujung jalan terpaksa ditutup agar mobil tidak bisa lewat,” katanya.

Dibutuhkan pembagian shift jaga sampai seharian nonstop karena lalu lintasnya tak pernah sepi. Pada malam sampai dini hari biasanya didominasi bus angkutan pegawai pabrik dan truk pengangkut material bangunan. Pembuatan jalan darurat itu masuk anggaran tanggap darurat BPBD. Dari Dishub memasang pula penerangan jalan umum (PJU) di tiga titik lokasi ambrol.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR), Edhy Sriyatno mengatakan pengajuan dana pemulihan jalan rusak akibat longsor itu mencapai Rp 2,5 miliar. Meliputi pembangunan jalan utama Rp 1 miliar dan pembuatan jalan tembus serta jembatan dan saluran drainase Rp 1,5 miliar. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI