Penggalian Candi Kragilan Tunggu Anggaran

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Reruntuhan candi di Kragilan, Mojosongo diperkirakan berasal dari abad 9 masehi dari peninggalan peradaban Hindu. Sampai saat ini, penelitian masih dilakukan namun belum dilakukan upaya ekskavasi atau penggalian karena anggaran yang belum tersedia.

‎Penanda keberadaan reruntuhan candi yang berada di tengah perladangan warga tersebut cukup jelas, yakni adanya batu-batu struktur bangunan candi, adanya sebuah Yoni serta patung, diperkirakan patung Lembu Andini, yang sayangnya bagian kepalanya sudah hilang. Saat ditemukan beberapa tahun lalu, terdapat pula sebuah Lingga, namun kini sudah diamankan BPCB Jateng untuk faktor keamanan.

Arkeolog Bagian Perlindungan‎ Balai Perlindungan Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Junawan, Senin (18/09/2017) menjelaskan, penelitian awal sudah dilakukan namun struktur bangunan secara utuh belum tersingkap. Dari kesimpulan awal dengan menggunakan metode penanggalan relatif serta menilik perbandingan pola arsitektur dan profil candi, ‎diperkirakan reruntuhan candi tersebut berasal dari kebudayaan hindu yang dibangun abad 9 masehi. "Pemberian atau penentuan umur candi secara absolut belum bisa karena tidak ada data prasasti," terangnya.

Selain reruntuhan batu di sekitar Yoni, ia menduga masih ada struktur bangunan lain di sekitar candi utama yang ditandai dengan bekeradaan Yoni. Sebab di sebelah barat dari lokasi penemuan Yoni, pihaknya juga menemukan ada struktur bangunan lain yang serupa candi. Selain itu, didapati indikasi adanya pagar di sebelah selatan dan timur candi.

Meski penanda keberadaan candi sangat jelas, lanjutnya, namun ‎upaya penelitian dengan ekskavasi belum memungkinkan dilakukan sebab situs di Kragilan tersebut belum masuk skala prioritas. "Tapi jika memungkinkan ada anggaran, maka (ekskavasi) bisa dilakukan," kata Junawan. (Gal)

BERITA REKOMENDASI