Penggunaan Dana Desa Untuk Penanganan Corona Diawasi Ketat

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Penggunaan dana desa khususnya pada tahun ini untuk penanganan virus corona mendapat pengawasan ketat. Pemeriksaan akan dilakukan petugas dari tim gabungan untuk melihat pertanggungjawaban pemerintah desa. Pemkab Sukoharjo meminta pada pemerintah desa memakai prinsip transparansi untuk menghindari penyalahgunaan keuangan.

Plh Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus Asisten II Pemkab Sukoharjo Widodo, Kamis (13/8) mengatakan, perlakukan penggunaan dana desa oleh pemerintah desa pada 2020 ini sangat berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab dana desa sekarang mendapat izin dari pemerintah pusat untuk digunakan dalam penanganan pandemi virus corona. Berbeda dengan tahun lalu dimana sebagian besar digunakan untuk berbagai pembangunan fisik desa.

“Penggunaan dana desa yang sudah ada tetap harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan berlaku. Pengawasannya memang sangat ketat dan kami minta pemerintah desa transaparan khususnya terkait penanganan pandemi virus corona,” ujarnya.

Widodo menjelaskan, pemerintah desa sudah menggunakan dana desa untuk berbagai kegiatan penanganan virus corona di wilayahnya masing masing. Kegiatan yang dilakukan salah satunya penyemprotan disinfektan. Selain itu juga penyediaan rumah isolasi, pembelian masker, handsanitizer dan lainnya.

Penggunaan dana desa tidak kalah penting yakni terkait program pemberian bantuan langsung tunai (BLT) kepada warga terdampak pandemi virus corona. Penyaluran BLT sudah dilakukan pada tahap pertama dan selanjutnya tahap kedua dalam waktu dekat.

BERITA REKOMENDASI