Pengiriman 1,5 Ton Daging Celeng Digagalkan

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Pengiriman daging babi hutan (celeng) untuk dicampur daging sapi dari Lampung ke Solo sebanyak 1,5 ton berhasil digagalkan oleh Tim gabungan Reserse Polresta Solo dan Polsek Jebres, di kawasan kampung Limolasan, Jebres, Solo, Jumat (9/6). Polisi menahan tersangka DA (47) warga Sudiroprajan, Jebres, Solo serta menyita barang bukti (BB) sekitar 1,5 kuintal daging celeng serta mobil boks nopol AD 1833 VD.

Awalnya polisi mendengar informasi adanya daging celeng yang dicampurkan daging sapi dijual di Solo kemudian dilempar ke pasaran kawasan Ponorogo dan Wonogiri. Dari penelusuran tim Reskrim Polresta Solo akan ada pengiriman daging celeng ilegal dari Lampung ke Solo, tepatnya ke kawasan Jebres.

Tim gabungan Reskrim Polresta Solo dan Polsekta Jebres dipimpin Kompol Agus Puryadi segera melakukan pencegatan. Akhirnya diketahui ada truck mencurigakan tengah bongkar muat karung berisi daging di kampung limolasan.

Polisi segera mengepung truck dan menangkap pelaku berinisial DA. Semula DA berkilah pihaknya mendatangkan daging sapi dari Jakarta untuk di jual ke Solo, Ponorogo dan Wonogiri.

Namun polisi tidak percaya begitu saja karung dicek ternyata berisi daging celeng masih segar. DA akhirnya mengaku dirinya membeli daging celeng dari Lampung per kilogramnya Rp 8.000,-. Daging celeng itu kalau sudah dicampur daging sapi dilepas ke pengecer satu kilogramnya antara Rp 40 ribu hingga Rp 70 ribu.

Kompol Agus Puryadi yang juga menjabat Kasat Reskrim Polresta Solo mengatakan perbuatan pelaku untuk mencampur daging haram dengan daging sapi tidak bisa ditolerir. “Kalau dibiarkan bisa meresahkan kalangan umat tertentu,”ujarnya.

Pelaku bakal dijerat Pasal 31 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Kesehatan yang mengatur pengiriman daging antar kota harus dilengkapi surat sebagai daging halal atau daging sehat. Ancaman hukumannya tiga tahun penjara. (Hwa)

 

 

BERITA REKOMENDASI