Pengobatan ODHA Dilayani di 13 Puskesmas

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten Karanganyar membuka layanan perawatan dalam pengobatan (PDP) orang dengan HIV-Aids (ODHA) di 13 puskesmas. Layanan ini meliputi pemberian obat, konsultasi dan tes.

“Ini sebagai wujud dukungan ke ODHA. Mendekatkan tempat tinggalnya ke faskes terdekat. Nakes dari layanan PDP juga siap melakukan kunjungan ke tempat tinggal mereka,” kata Kasubbag Kesos Bagian Kesra Setda Pemkab Karanganyar, Sri Indarwati disela launching layanan PDP dan Sosialisasi Hari Aids Sedunia di rumah dinas bupati, Senin (06/12/2021).

Sebelumnya, ODHA memiliki akses terbatas ke fasilitas kesehatan. Hanya dua RS dan tiga puskesmas milik pemerintah yang melayani pengobatan, pendampingan maupun konsultasi dan tes dalam layanan PDP. Para ODHA yang cenderung bersikap tertutup, menjadi enggan mengaksesnya.

Kini dengan pembukaan layanan PDP lebih luas, diharapkan ODHA mandiri memeriksakan diri dan mengakses layanan dari pemerintah tanpa perlu terhalang jarak dan waktu. Nakes dari layanan PDP siap mengantarkan obat-obatan apabila ODHA berhalangan hadir di faskes sesuai jadwalnya.

“ODHA bergantung sistem imune. Obat-obatan tersebut menopang sistem tersebut. Sehingga jika tanpa obat, dikhawatirkan kondisi memburuk. Jadi, kami meminta Dinkes melalui nakesnya, teliti dengan ODHA. Baik itu jadwal kunjungan dan obat-obatan yang dibutuhkan,” katanya.

Berdasarkan data dari Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Karanganyar, tingkat kematian ODHA cukup tinggi. Trennya pun meningkat. Pada 2018 sebanyak 25 jiwa, 2019 sebanyak 54 jiwa, 2020 sebanyak 65 jiwa dan tahun 2021 sebanyak 74 jiwa.

Sedangkan tiap tahun ditemukan kasus baru. Terakhir hingga 2021 bulan November ditemukan 79 kasus. Dari tahun 2020 sampai sekarang, temuan tertinggi kasus baru pada 2018 yakni 143 orang.

Layanan PDP di 13 puskesmas didukung peran sukarelawan dari Warga Peduli Aids (WPA). Mereka beranggota penggerak PKK desa dan para tokoh lingkungan Rt dan Rw. “Harapannya masyarakat memahami risiko HIV-Aids dan mencegahnya. Terpenting menghilangkan stigma negatif,” katanya.

Sementara itu Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Pemkab Karanganyar, Rusmanto mengatakan perlunya seluruh pemangku kebijakan berkolaborasi dalam program pencegahan penyakit menular seksual dan HIV-Aids. Layanan di puskesmas terkait itu harus disosialisasikan dan didukung penuh. (Lim)

BERITA REKOMENDASI