Pengrajin Topeng Dusun Wisata Bobung Ingin Cepat Pulih

SOLO, KRJOGJA.com – Guru besar Slamet Subiantoro dan teman peneliti lain dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo melakukan pendampingan pengrajin Topeng Batik Kayu di Dusun Wisata Bobung, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Terakhir ini pengrajin ingin cepat pulih produksinya, setelah terpukul akibat pandemi Covid 19.

Terjadinya penurunan produksi dalam waktu yang cukup lama, memaksa pengrajin harus beralih pekerjaan lain. Diantaranya ada yang menjadi buruh dan pembantu rumah tangga. “Di tempat saya yang biasanya menampung lebih dari 30 pengrajin, sekarang tinggal 5 orang,” tutur Sujiman, pengrajin topeng kayu Karya Manunggal, Kamis (23/6/2022).

Ia gembira adanya pendampingan dari UNS yang memberikan suntikan berbagai desain, pakaging, pemasaran hingga pengurusan hak cipta maupun HaKI. Semua itu diharapkan bisa membangkitkan usaha topeng batik kayu, sehingga dapat kembali menarik pengrajin yang beralih usaha.

Berbagai alat yang sudah diberikan bermanfaat menunjang sekaligus mempercepat kerja pembuatan topeng. Sujiman masih ingin ada kelanjutan pendampingan, karena adanya perkembangan teknologi telah muncul peralatan baru yang bisa meningkakan produktivitas. “Kami berharap UNS masih melanjutkan pendampingan,” katanya berharap.

BERITA REKOMENDASI