Pengungsi Korban Longsor Dederan Minta Kejelasan Pemerintah

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Sejumlah warga korban bencana longsor di Dukuh Dederan Desa Nglegok Kecamatan Ngargoyoso Karanganyar, pertengahan Desember 2010 lalu, hingga Kamis (23/1/2020) lalu masih harus mengungsi di gudang tidak jauh dari lokasi longsor. Mereka berharap masih diperbolehkan tinggal di rumah mereka, karena tak sanggup jika diminta pindah secara mandiri.

"Harapan kami, sesuai hasil pemeriksaan tim ahli, kami diperbolehkan tetap tinggal di rumah kami. Kalau ternyata membahayakan dan harus pindah, kami mau direlokasi ke mana? Kami butuh kepastian segera," kata Ami Triyatmi (39),  salah satu korban.

Ami tinggal di gudang pengungsian bersama dua anak dan suaminya. Di gudang beratap galvalum itu, tinggal tiga keluarga yang beranggota sembilan jiwa. Mereka mengungsi srjak 19 Desember 2019. Semua Ami mengira para korban bencana alam itu akan diberi bantuan relokasi oleh pemerintah. "Katanya ada dana dari desa untuk membantu bikin rumah Rp 10 juta. Itu sangat kurang. Hanya dapat fondasi. Itupun belum diturunkan dananya. Kabarnya kami juga akan mendapat bantuan dari kabupaten dan pemerintah provinsi, juga belum pasti," ungkap Ami Triyatmi.

Petugas Penyelidik Bumi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Yunara Dasa Triyana mengatakan, permukiman di Dukuh Dederan yang longsor pertengan Desember lalu, tidak aman ditempati. Karena itu, tiga keluarga tersebut diminta bertahan di pengungsian, mengingat pergerakan tanah belum berhenti. "Hasil penelitian lokasi akan disusun sebagai rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk membuat kebijakan strategis," jelasnya.

Pengungsi lain, Jumini (45) mengaku sudah enggan minta kepastian kepada aparatur pemerintah, karena menurutnya tak ada jawaban yang memuaskan. Ia sudah beberapa kali menanyakan nasib mereka, namun jawabannya simpang siur.Ia juga minta kepastian kepemilikan rumah dan tanah miliknya jika ternyata tak aman ditempati. Apakah diganti pemerintah ataukah dibiarkan begitu saja. "Tidak ada yang menjawab pasti. Bahkan ada yang minta kami relokasi mandiri," kata Jumini yang juga mengaku punya tanaah 700 meter persegi lebih, dengan luas bangunan 10 X 11 meter persegi. (Lim)

BERITA REKOMENDASI