Pensiunan PTPN IX Tagih Santunan Hari Tua

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Puluhan pensiunan PT Perkebunan Nasional IX menggelar demonstrasi menuntut pembayaran Santunan Hari Tua (SHT) di halaman Pabrik Gula (PG) Tasikmadu Karanganyar, Kamis (09/09/2021). Para pensiunan yang berdemonstrasi tersebut mewakili 508 pensiunan PT PN IX Surakarta tahun 2018-2021 yang belum memperoleh SHT. Dana SHT para pensiunan bervariasi mulai dari Rp 175 juta hingga Rp 500 juta.

Penghubung kelompok pensiunan PTPN IX, Bambang Is menyampaikan, total tunggakan SHT yang harus dibayar PTPN IX Surakarta ada sekitar Rp 60 miliar. Sementara jumlah pensiunan PTPN IX dari tahun 2018 sampai 2021 berjumlah 508 yang berasal dari seluruh Jawa Tengah.

“Perkiraan (tunggakan) Rp 60 miliar. Karena tiap tahun tidak dibayar jadinya tambah banyak. Kalau dicicil tiap tahun tidak banyak seharusnya,” kata Bambang.

Disampaikan Bambang, pihaknya sudah melakukan pertemuan hingga 2 kali dengan manajemen PTPN IX Surakarta. Namun hasilnya tidak kunjung tampak.

“Mulai ada cicilan SHT itu sejak tahun 2015. Terus tahun 2018 dibayarkan pada tahun 2020, dicicil juga. Rencana dicicil 21 kali. Kenyataannya bisa 100 kali, bisa tidak pasti,’’ kata Bambang.

Bambang menambahkan, para pensiunan PTPN IX juga merasa mendapat perlakuan diskriminasi dibanding para pensiunan peserta Program Pensiun Dana Sukarela (PPDS) yang dilakukan pemerintah. Semua peserta PPDS sudah memperoleh SHT.

“Namun mengapa kami yang pegawai normal sampai sekarang tidak pernah mendapat SHT yang dijanjikan. Kami menuntut hak kami untuk segera dipenuhi,” ujar Bambang.

Sementara itu, salah satu pensiunan PTPN IX yang mengikuti demonstrasi, Pramono menyampaikan, dana SHT miliknya yang berjumlah Rp 175 juta hingga saat ini belum dibayarkan. “Saya pensiun tahun 2019. Sampai sekarang satu rupiah pun belum dapat. Kita cuma menuntut dibayarkan segera SHT kami. Dulu pas ketemu dengan direksi diberi alasan tidak punya uang,’’ kata Pramono. (Lim)

BERITA REKOMENDASI