Pentas Online: Ngrabuk Nyawa #2 di Kanal Youtube

SOLO, KRJOGJA.com – Meski dampak pandemi virus Corona (COVID-19) telah melumpuhkan sektor seni pertunjukan, namun puluhan seniman yang tergabung dalam komunitas Rumah Banjarsari Solo mencoba bangkit dengan menggelar konser ‘Ngamen Onlen: NGRABUK NYAWA#2.

Pentas daring NGRABUK NYAWA #2 bakal digelar pada Selasa 30 Juni 2020 pukul 20.00 – 22.00. Penonton bisa melihat gelaran seni melalui kanal youtube @rumahbanjarsari dan @Congwayndut serta kanal youtube @Gatot Jatayu . Selain di kanal youtube, penikmat seni wayang dan musik keroncong dapat mengakses melalui siaran tunda di Kresna TV Jogja.

Acara dikemas dalam musik keroncong, wayang kontemporer oleh dalang Gendut ( Congwayndut) dalam balutan komedi. “Congwayndut hadir sebagai suatu upaya meregenerasi penonton wayang, sehingga wayang bisa diminati sekaligus dinikmati oleh kalangan generasi muda.” papar  Direktur Program Ngrabuk Nyawa#2 Rumah Banjarsari, Zen Zulkarnaen didampingi Awang Prihandono General Manager PT Intra food Singabera Indonesia dan Dwi Suryanto Gendhut dalang berijasah di Rumah Banjarsari di Jalan Syamsurizal, Kelurahan Setabelan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Senin (29/6/2020).

Menurut Zen, “Nyudamala” akan diangkat sebagai lakon pementasan Congwayndut di Ngrabuk Nyawa #2. “Nyudamala” dalam bahasa Jawa dapat dimaknai sebagai suatu upaya untuk mengurangi dan menghindari wabah penyakit, baik dari luar maupun dari dalam diri manusia.”ujarnya.
Dengan merespon kenormalan baru yang dicanangkan pemerintah, Congwayndut akan turut melakukan sosialisasi pesan kepada masyarakat, agar di masa kenormalan baru ini tetap berhati-hati dan waspada terhadap Covid-19, dengan cara selalu patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, selalu cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak.
Untuk Ngrabuk Nyawa #2 yang menampilkan Congwayndut, pihak panitia menggunakan berbagai siasat strategi menghimpun pendanaan.

Yang pertama adalah menyediakan 30 tempat duduk untuk penonton langsung, yang diatur sesuai protokol Covid-19, penonton masuk setelah membeli tiket. Yang kedua melalui tiket sukarela bagi penonton online, dipersilakan transfer ke nomor rekening tertentu. “Yang pelik adalah soal pendanaan. Sebab mencari pendanaan untuk kerja seni budaya itu bagai mencari jarum di tumpukan jerami. Untunglah ada pihak yang mau bertindak sebagai sponsor,”paparnya.(Hwa).

BERITA REKOMENDASI