Penyaluran Dana Hibah Dikebut

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Penyaluran dana hibah pembelian ternak dan bantuan sosial rehab rumah tidak layak huni (RTLH) dicairkan mendekati tutup tahun anggaran (TA) 2016. Di waktu yang singkat, Pemkab mendesak penerima bantuan menyelesaikan laporan pertanggungjawaban maksimal 31 Desember 2016. 

"Butuh keseriusan dari kelompok ternak pengguna anggaran hibah untuk menyelesaikan administrasinya. Namun kami juga memandu mereka dengan berkas yang tinggal diisi supaya memudahkan pembuatan SPj," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar, Sumijarto kepada KRjogja.com, Senin (26/12/2016). 

Total terdapat 40 kelompok peternak menerima dana hibah pembelian ternak bersumber APBD perubahan 2016. Adapun pencairannya gelombang dua sebanyak 26 kelompok dimulai Kamis (22/12) senilai Rp 1,7 miliar sedangkan gelombang pertama sudah selesai pada November lalu sebanyak 14 kelompok bernominal Rp 1,6 miliar. Tiap kelompok memperoleh hibah Rp 25 juta sampai Rp 100 juta.    

Sumijarto mengatakan, penerima hibah disarankan menggunakan waktu efektif untuk pembelian ternak dan menyetor SPj sebelum berakhir tahun 2016. Apabila dana hibah tak terserap, penerimanya wajib mengembalikan uang itu ke kas daerah. 

"Mereka memiliki Rencana Usaha Kelompok (RUK) sehingga sudah tahu bakal dibelanjakan kemana uang itu. Saat rekening kelompok sudah terisi, maka bisa langsung dipakai," jelasnya.  (R-10)
 

BERITA REKOMENDASI