Penyandang Disabilitas Sajikan Kidung Nusantara

TARIAN Kidung Nusantara oleh peserta didik SLB Karanganyar memukau tamu Hotel Nava Tawangmangu, Selasa (23/7). Para penari ini tak sekadar menunjukkan koreografi apik, namun juga kesesuaian koordinasi antarpenyandang disabilitas.

Tarian Kidung Nusantara dibawakan oleh penyandang tunarungu, tunadaksa dan downsyndrome. Guru SLB Cangakan sekaligus koreografer pementasan tari, Elfitriani, mengungkapkan kesulitan dalam mengajarkan anak tunarungu dalam menari.

“Ada sedikit kesulitan saat anak tunarungu membawakan tarian ini. Metode yang dilakukan untuk mengajarkan adalah dengan aba-aba dan hitungan tempo saat menari. Melatih anak berkebutuhan khusus dengan anak umum lainnya sangat berbeda. Harus melihat mood-nya dahulu. kalau bagus baru mau latihan,” jelas Elfitriani.

Tari Kidung Nusantara sendiri diciptakan oleh Rusyanto, guru SLB Cangkan. Kidung Nusantara memiliki arti sebagai penumbuh rasa patriotisme, meskipun mempunyai banyak hambatan.

“Memberikan gambaran bahwa akhir-akhir ini rasa cinta terhadap tanah air mulai luntur, Melalui tarian ini, harapannya bisa menumbuhkan kembali kecintaan dari seluruh masyarakat terhadap Indonesia,” ungkap Elfitriani.

Para penari cilik tersebut diundang Nava Hotel Tawangmangu untuk tampil memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN). Anak-anak tersebut diberi ruang berekspresi di lingkungan hotel bertajuk We Care, We Share.

“Dengan adanya acara ini, kita bisa berbagi kebahagiaan dengan anak penyandang disabilitas. Kita berikan kesempatan kepada mereka untuk menampilkan bakatnya di Nava Hotel,” kata Arif Mardiyanto, Hotel Manager Nava Hotel Tawangmangu. 

Rangkaian acara digelar di area Garden Nava Hotel Tawangmangu dari pukul 09.00 WIB sampai selesai. Pertunjukannya boleh disaksikan seluruh tamu hotel, karyawan maupun masyarakat sekitar. Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan live instrument serta dirijen dari SLB Negeri Karanganyar. Kemudian Talkshow yang disampaikan oleh Kepala SLB Negeri Karanganyar. Talkshow ini memberikan pengertian  mengenai anak berkebutuhan khusus.

“Mengingat pada hari tersebut tamu kami cukup banyak. Jadi, menjadi tontonan istimewa. Kami juga berharap ada tanggapan positif dari khalayak umum dan tercipta kepedulian yang lebih besar terhadap keberadaan dan masa depan penyandang disabilitas,” lanjutnya. (Lim)

 

 

BERITA REKOMENDASI