Penyekatan PPKM Darurat Mobilitas Kendaraan Masyarakat Turun 30 Persen

Editor: Ary B Prass

SUKOHARJO, KRJogja.com- Mobilitas kendaraan masyarakat saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Virus Corona sejak hari pertama 3 Juli hingga sekarang 14 Juli 2021 turun 30 persen. Penurunan diharapkan masih bisa terjadi mengingat PPKM darurat virus Corona berlaku sejak 3-20 Juli 2021. Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo melihat penurunan tersebut berdasarkan pemantauan lapangan dan indikator penilaian pada jalur perkotaan seperti di Jalan Jenderal Sudirman Sukoharjo.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Sukoharjo Toni Sri Buntoro, Rabu (14/7/2021) mengatakan, Dishub Sukoharjo sejak hari pertama hingga sekarang saat penerapan PPKM darurat virus Corona terus melakukan pemantauan dan evaluasi berdasarkan hasil kerja setiap hari bersama petugas terkait lain. Dalam perkembangan sesuai data diketahui hasil melegakan dimana diketahui ada penurunan mobilitas kendaraan masyarakat sebesar 30 persen. Angka tersebut berdasarkan pemantauan langsung lapangan dan indikator penilaian sejak PPKM darurat virus Corona pertama dimulai 3 Juli hingga sekarang 14 Juli 2021.

Dishub Sukoharjo lega dengan penurunan angka mobilitas kendaraan masyarakat. Angka tersebut akan terus dinaikan hingga 40 persen sesuai target pemerintah pusat selama PPKM darurat virus Corona.

Petugas terus melakukan pemantauan baik secara langsung turun ke lapangan maupun melalui kamera CCTV. Pergerakan kendaraan masyarakat dilihat setiap hari di jalur kota seperti di Jalan Jenderal Sudirman Sukoharjo, Jalan Slamet Riyadi Sukoharjo, Jalan Veteran Sukoharjo dan lainnya.

Penurunan mobilitas kendaraan masyarakat terjadi karena pengetatan pengawasan petugas dengan melakukan penyekatan disejumlah wilayah. Petugas menutup beberapa titik jalan dengan maksud menekan mobilitas kendaraan masyarakat.

Penyekatan jalan dilakukan dengan memasang barikade dan menempatkan petugas jaga. Dishub Sukoharjo juga menerjunkan petugas patroli untuk memantau kondisi jalan ditutup. Apabila ada barikade yang bergeser atau dipindah oleh warga maka akan segera diperbaiki posisinya seperti semula oleh petugas.

“Pergerakan mobilitas kendaraan masyarakat sejak pertama dimulai hingga sekarang saat PPKM darurat virus Corona turun 30 persen. Penurunan karena ketatnya pengawasan dan penyekatan jalan di jalur kota hingga perkampungan,” ujarnya.

Dishub Sukoharjo terus mendorong warga untuk membantu kelancaran pelaksanaan PPKM darurat virus Corona dengan menutup sementara akses jalan kampung. Sebab beberapa titik jalan di kampung menghubungkan ke kota. Penutupan dilakukan secara gotong royong warga demi mencegah penyebaran virus Corona.

“Jalan kampung ditutup warga agar tidak dipakai sebagai jalur alternatif sehingga mobilitas masyarakat masih tinggi ditengah PPKM darurat virus Corona. Penutupan jalan juga demi membatasi pergerakan dan mencegah penyebaran virus Corona,” lanjutnya.

Toni menjelaskan, kondisi sekarang hanya beberapa orang tertentu saja sesuai ketentuan pemerintah yang diperbolehkan melintas seperti kendaraan pengangkut kebutuhan pokok pangan, bahan bakar, medis, obat dan lainnya. Sedangkan kendaraan bersifat pribadi dilarang melintas. Masyarakat diminta tetap tinggal di rumah demi menghindari penyebaran virus Corona.

Aliran listrik sejumlah penerangan jalan umum (PJU) di Sukoharjo diputus. Pemadaman lampu sengaja dilakukan dibeberapa titik keramaian demi mencegah terjadinya kerumunan massa ditengah pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Virus Corona. Kondisi tersebut membuat sebagian wilayah menjadi gelap saat malam hari.

Toni Sri Buntoro, mengatakan, Pemkab Sukoharjo mengambil kebijakan memutus sementara aliran listrik sejumlah PJU ditengah pemberlakuan PPKM darurat virus Corona. Pemadaman lampu dimulai pada 7 Juli lalu atau lima hari sejak pertama kali PPKM darurat virus Corona diberlakukan 3 Juli.

Keberadaan PJU yang masih menyala dijadikan sumber tempat warga berkerumun. Keramaian tersebut dilarang karena rawan terjadi penularan virus Corona ditengah upaya pemerintah menurunkan angka kasus dengan memberlakukan PPKM darurat.

Aliran listrik PJU yang sengaja diputus membuat lampu padam dan kondisi menjadi gelap. Kondisi tersebut diharapkan membuat warga menjauh dan tidak terjadi kerumunan massa.

Beberapa titik PJU yang dipadamkan dengan pemutusan sementara aliran listrik seperti di simpang lima dalam kota, Alun Alun Satya Negara, kawasan Patung Pandawa Solo Baru, Grogol. “Lokasi tersebut sering ditemukan keramaian. Ada kerumunan warga dan pusat pedagang kaki lima (PKL) kuliner. Jadi PJU dipadamkan ditengah pemberlakuan PPKM darurat virus Corona,” ujarnya.

Dishub Sukoharjo berharap warga memilih menghabiskan banyak waktu di rumah saja. Sebab keramaian diluar dikatakan Toni justru akan menimbulkan kerawanan penularan virus Corona. Jalur ramai kegiatan menjadi sasaran pemadaman PJU dan juga patroli penegakan disiplin masyarakat. Petugas memastikan sudah tidak ada kegiatan setelah pukul 20.00 WIB.

“Pemkab Sukoharjo terus berusaha menekan angka kasus virus Corona ditengah pemberlakuan PPKM darurat. Selain pemadaman PJU, juga dilakukan penyekatan jalan disejumlah wilayah untuk mengurangi mobilitas masyarakat,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI