Perangi Rentenir, Pemkab Sragen Beri Kredit Tanpa Agunan

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN (KRjogja.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen bersama PD BKK Karangmalang melaunching Kredit BPR/BKK Air dan Kredit Sayang Mikro (KSM). Kedua produk ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sragen.

“Kalau produk Kredit BKK Air bertujuan untuk pengembangan infrastruktur air minum dan sanitasi. Sedangkan Kredit Sayang Mikro bertujuan untuk membantu usaha mikro masyarakat dengan syarat relatif mudah dan bunga yang bersaing," ujar Dirut BPR/BKK Karangmalang, Raji, kepada wartawan Kamis (26/4).

Usai acara 'launching' oleh Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati di Pendapa Sumanegaran, Raji menyampaikan, KSM sengaja digulirkan untuk menanggulangi masyarakat usaha kecil dari jeratan rentenir. Kredit ini diberikan mulai Rp 2 juta tanpa agunan. "Makanya kami berikan layanan yang mudah dan cepat. Bila syaratnya lengkap dalam dua jam sudah bisa cair," ujar Raji.

Menurut Raji, sasaran dari KSM adalah para pedagang yang ada di pasar-pasar tradisional, termasuk pedagang kecil seperti pedagang oprokan, pedagang sayur, kuli panggul pasar dan lainnya. Mereka bisa ikut dalam KSM dengan syarat harus bersedia menabung setiap hari. 
"Jadi menabung tiap hari, petugas datang untuk narik tabungan. Nanti setiap bulan bisa langsung mengangsur sesuai nilai pinjaman. Bunganya sangat ringan sekali," jelasnya.

Sedangkan Produk Kredit BPR/BKK Air dítujukan untuk kelompok pengelola air minum dan sanitasi di perdesaan, atau biasa disebut BPSPAMS (Badan Pengeloia Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi) yang terbentuk dalam Program Pamsimas (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi). Sragen saat ini memiliki 123 BPSPAMS yang tersebar di 20 kecamatan sejak tahun 2008. Melalui Program Pamsimas, pemerintah memberikan stimulan pada masyarakat untuk mengembangkan sistem air minum perpipaan di perdesaan.

Sementara, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, kredit air ini salah satu cara untuk mencapai target universal penyedia sarana air bersih untuk masyarakat tahun 2019. Pasalnya kalau hanya mengandalkan bantuan pemerintah, maka target itu tidak bisa dipenuhi sehingga diharapkan pihak perbankan ikut andil untuk membiayai. "Selain itu juga upaya memerangi praktik rentenir yang sempat dikeluhkan masyarakat," tuturnya. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI