Perbuatan Tak Senonoh Ayah Tiri, Anak Trauma

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Seorang perempuan asal Desa Kaling, Tasikmadu berinisial HA (21) menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Ayah tirinya berinisial N (31) berusaha memerkosanya. Kejadian itu berlangsung di rumah rumahnya pada Desember silam.

Saat itu korban menuju ke kamarnya usai mandi dan tubuhnya hanya berbalut handuk. Ketika memasuki kamar, ia pun dikagetkan pelaku yang menyerangnya.

Ternyata, pelaku yang tak lain ayah tiri korban sudah menunggu dirinya dengan bersembunyi di balik pintu. Tubuh korban didorong sampai terjatuh di kasur dalam keadaan terlentang. Kemudian pelaku menindih sambil memasukkan jarinya ke mulut korban berulang-ulang.

Lantaran meronta dan berteriak, mulut korban dipelester lakban oleh pelaku. Kepala korban juga dipegang erat.

“Saat kejadian, korban usai mandi malah diserang oleh ayah tirinya. Pelaku telanjang. Berniat berbuat tidak senonoh ke korban. Kejadiannya sekitar pukul 08.30 WIB,” kata Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito dalam gelar barang bukti di Mapolres, Selasa (18/01/2022).

Korban berpura-pura pingsan supaya pelaku merasa iba dan menghentikan tindak kekerasan seksual itu. Upaya korban berhasil, pelaku pun mengendurkan tindihannya ke tubuh korban. Saat itulah korban berteriak memanggil nama ayah kandungnya serta mengucapkan kata-kata yang membuat pelaku mengurungkan niat bejatnya.

Korban mengingatkan tiga anak pelaku adalah perempuan. Korban memastikan ke pelaku bahwa dirinya tak memiliki kesalahan terhadap dirinya sehingga tidak pantas diperlakukan tidak senonoh. Mendengar hal itu, pelaku pun melepaskan korban kemudian keluar kamar.

Setelah itu, korban mengadu ke adik dan ibu kandungnya. Dari situlah keluarga mengumpulkan bukti tindak kekerasan untuk menggiring pelaku ke penjara.

“Korban divisum. Ada luka di bibir dan kepala akibat kekerasan seksual. Korban mengalami trauma berat akibat kejadian itu,” katanya.

Kepada penyidik, pelaku mengatakan sengaja menunggu istrinya bekerja di pasar, supaya bebas melampiaskan nafsu ke korban. “Spontan saja. Enggak direncanakan,” katanya.

Pelaku ditangkap pada Jumat (07/01/2022) di rumahnya. Ia dijerat pasal 46 UU no 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT jo pasal 53 ayat (1) KUHP subsider pasal 44 ayat 1 UU no 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun. (Lim)

BERITA REKOMENDASI