Perda Disahkan, Mabuk Sembarangan Dipidana 3 Bulan

SRAGEN, KRJOGJA.com – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) minuman keras (Miras) akhirnya disahkan menjadi Perda dalam rapat paripurna DPRD Sragen, Kamis (24/05/2018). Perda berjudul Pengendalian dan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol itu ditetapkan dengan sederet sanksi pidana bagi pelanggaran peredaran dan konsumsi miras.

"Alhamdulilah Raperda Miras sudah kami sahkan menjadi Perda. Ini sebagai bentuk komitmen DPRD Sragen menekan peredaran miras di Sragen. Mudah-mudahan kehadiran Perda Miras ini bisa memberikan kemanfaatan dan menekan peredaran miras di Sragen," ujar Totok, sapaan akrab Bambang Samekto usai paripurna.

Menurut Totok, disahkannya Perda Miras ini merupakan keberhasilan tersendiri bagi DPRD Sragen mengingat Rapreda ini sempat terhenti pembahasannya selama lebih dari 12 tahun. Alotnya tarik ulur kepentingan di DPRD membuat perda ini sempat berlarut-larut, bahkan sampai 3 kali ganti bupati, baru bisa disahkan. 

Ketua Fraksi PKB DRPD Sragen, Faturrahman menambahkan, kehadiran Perda Miras ini diharapkan bisa menekan peredaran miras yang selama ini cukup memprihatinkan di Sragen. Nantinya peredaran miras memang diperketat dan hanya tempat-tempat tertentu yang diizinkan menjual.

Kemudian peredaran miras juga lebih terkendalikan lantaran distributor tak boleh langsung menjual ke konsumen, tapi harus melalui pengecer. Kemudian pengecer juga diwajibkan memiliki izin dengan segala kewajiban dan larangan yang berimplikasi pada sanksi pidana dan denda jika dilanggar.  "Kalau distributor menjual langsung ke konsumen dan ketahuan, bisa disanksi penjara maksimal 6 bulan atau denda Rp 50 juta," tandasnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI