Peredaran Jamu Ilegal Resahkan Masyarakat Sukoharjo

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Peredaran jamu ilegal dari luar daerah ke Sukoharjo sangat meresahkan. Sebab bisa menurunkan kepercayaan masyarakat dan pendapatan pedagang jamu Sukoharjo. Dampak buruk lainnya merusak citra Sukoharjo sebagai kabupaten jamu.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Rabu (6/9) mengatakan, temuan jamu ilegal di Pasar Jamu Nguter oleh BPOM Jawa Tengah sangat mengagetkan. Sebab beberapa waktu lalu petugas juga menemukan produk jamu ilegal di Pasar Ir Soekarno Sukoharjo. 

Serangkaian produk jamu ilegal tersebut setelah diteliti petugas BPOM Jawa Tengah ternyata buatan luar daerah bukan Sukoharjo. Namun dalam perdagangannya dijual dan ditemukan di wilayah Sukoharjo.

Jamu yang disita petugas BPOM Jawa Tengah melanggar aturan karena belum berizin dan diduga mengandung bahan kimia berbahaya. Untuk memastikan kandungan jamu maka dilakukan penelitian di laboratorium. “Penanganan temuan produk jamu ilegal kami serahkan ke BPOM Jawa Tengah. Kewenangan penindakan ada pada mereka,” ujar Sutarmo.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo membantu dalam hal pengawasan lapangan. Salah satunya yakni menerjunkan petugas berkeliling wilayah mengawasi perdagangan khususnya produk jamu. Meski sudah sering melakukan pengawasan namun tetap saja masih ada temuan produk jamu ilegal. Hal itu terjadi karena banyaknya produk jamu dijual disejumlah tempat salah satunya di pasar tradisional.

“Pengawasan memang perlu melibatkan masyarakat. Seperti temuan dari BPOM Jawa Tengah mereka juga mendapatkan informasi dari masyarakat,” lanjutnya.

Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo juga berkoordinasi dengan paguyuban, pengusaha atau produsen, perajin dan pedagang jamu di Sukoharjo. Mereka perlu dilibatkan karena menjadi orang pertama yang memproduksi dan memperdagangkan produk jamu. (Mam)

BERITA REKOMENDASI