Perguruan Silat Diambil Sumpah Jaga Kamtibmas

Editor: Agus Sigit

KARANGANYAR, KRjogja.com – Pengurus perguruan silat di Kabupaten Karanganyar diambil sumpahnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Mereka juga diminta kesiapannya menegakkan protokol kesehatan (Prokes) serta menyukseskan vaksinasi Covid-19. Penandatanganan pernyataan tersebut berlangsung di Gedung Wira Satria 1 Mapolres Karanganyar, Jumat (8/10).

Terdapat delapan poin pernyataan bersama yang ditandatangani 12 pengurus perguruan silat yang tergabung di Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Yaitu Tapak Suci Muhammadiyah, PS Hasta Manunggal, IKSPI Kera Sakti, Persinas ASAD LDII, PSH Winongo, PSHT Parluh 2016, PSNU Pagar Nusa, Merpati Putih, Cempaka Putih, Kumbang Malam, Perisai Diri dan PSHT Pusat Madiun. Adapun isi pernyataan itu diantaranya mendukung aparat kepolisian, TNI dan Pemda dalam menjaga Kamtibmas, menghindari gesekan antaranggota perguruan silat maupun masyarakat umum, menghindari keroyokan, serta menyukseskan program vaksinasi serta menghindari kerumunan.

“Dalam filosofi Jawa ada istilah Hanacaraka dan seterusnya yang maknanya adalah adanya para pendekar sama kuat sama sakti namun ada satu yang harus dihindari agar di balik kesaktian dan kejayaan itu jangan sampai akhirnya terjadi perselisihan sehingga semuanya sama-sama mati,” tandas Wakapolres Karanganyar, Kompol Purbo Adjar Waskito

Ia menegaskan surat pernyataan yang ditandatangani para pengurus perguruan silat menjadi dasar mengikat komitmennya. Unsur masyarakat tersebut diperbolehkan beraktivitas dan memperjuangkan visi dan misinya sejalan dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Ini menyamakan persepsi. Jangan lagi muncul gangguan kamtibmas akibat gesekan antarperguruan silat,” katanya.

Berdasarkan catatan KR, terdapat sejumlah kasus penganiayaan berujung pelaporan ke kepolisian dipicu tindakan main hakim sendiri dari oknum perguruan silat di Karanganyar. Rentetannya mengarah pengumpulan massa yang dikeluhkan masyarakat.

BERITA REKOMENDASI