Perjanjian Sewa Alut Ditandatangani

SOLO, KRJOGJA.com – Perjanjian sewa Alun-alun Utara (Alut) untuk pasar darurat pedagang Pasar Klewer Timur, ditandatangani Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo bersama Sinuhun Pakoe Boewono XIII Hangabehi, dalam pertemuan tertutup di Bangsal Sasana Narendra Keraton Kasunanan Solo, Jumat (20/10/2017). Penandatanganan perjanjian sewa, dilakukan di hadapan notaris Sunarto SH, dihadiri pula Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag), Subagyo, serta sejumlah kerabat Keraton Kasunanan Solo.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menjawab wartawan, usai penandatanganan perjanjian sewa, Jumat (20/10/2017), mengungkapkan, sewa menyewa lahan untuk menampung pedagang terkait renovasi Pasar Klewer sisi Timur, diperhitungkan mulai September 2017 hingga September 2018. Sedangkan besaran sewa sebagaimana tertuang dalam perjanjian, disepakati Rp 2,5 selama satu tahun, dengan dua kali pembayaran, masing-masing Rp 1,5 miliar pada tahun anggaran 2017, sedangkan sisanya dilunasi pada tahun anggaran 2018.

Masa sewa selama satu tahun, menurut pria yang akrab disapa Rudy, tidak termasuk untuk mengakomodasikan kegiatan pembongkaran dan pengembalian kondisi Alut pasca dipergunakan menjadi pasar darurat. Proses pembongkaran kios darurat serta pengembalian kondisi Alut menjadi lapangan rumput seperti sediakala, mestinya tidak diikuti dengan kewajiban menyewa. Meski begitu, persoalan tersebut nantinya akan dikomunikasikan dengan pihak Keraton Kasunanan Solo. Dia berharap, selama satu tahun masa sewa, mencukupi untuk aktivitas pasar darurat serta proses pembongkaran dan pengembalian kondisi Alut.

Menjawab pertanyaan perhitungan sewa antara April hingga September 2017, Rudy menyebutkan, Sinuhun Pakoe Boewono XIII Hangabehi, telah memberikan palilah untuk tidak membebani kewajiban apapun terhadap Pemkot Solo. Masa sewa Alut pada tahun sebelumnya untuk menampung pedagang selama pembangunan kembali Pasar Klewer sisi Barat, memang berakhir pada April 2017. Sedangkan perpanjangan sewa satu tahun berikutnya, untuk menampung pedagang Pasar Klewer sisi Timur, berlaku mulai bulan September.

"Sinuhun sudah memberi palilah tidak memungut sewa ataupun denda untuk rentang waktu April sampai September 2017," jelas Rudy.

Di sisi lain, Kepala Disdag, Subagyo menambahkan, areal yang digunakan untuk menampung pedagang Pasar Klewer Timur, hanya sekitar seperempat dari total luas Alut, kendati sewa menyewa berlaku untuk seluruh kawasan Alut. Saat ini, seluruh areal Alut memang masih berdiri kios yang tahun lalu dipergunakan untuk menampung pedagang pasar Klewer sisi Barat. Seluruh kios yang tidak dipergunakan untuk menampung pedagang Pasar Klewer Timur, dalam waktu dekat segera dibongkar.

"Saat ini baru memasuki tahap lelang," jelasnya.(Hut)

 

BERITA REKOMENDASI