Perlunya Pemurnian Darah Sebagai Penguasa Tertinggi di Pura Mangkunegaran

SOLO, KRJOGJA.com – Suksesi atau pergantian pemimpin Pura Mangkunegaran diundur hingga Januari 2022. Mundurnya waktu untuk memilih figur adipati, penguasa tertinggi di Pura Mangkunegaran yang didirikan oleh Pangeran Sambernyowo itu menimbulkan sejumlah rumor diantaranya, tentang perlunya pemurnian darah Mangkunegaran bahwa kandidat Mangkunegoro X harus murni trahnya memiliki darah Mangkunegaran melalui tes DNA.

Selain itu ada sinyalemen ketidaksiapan calon utama adipati karena dirinya lebih menginginkan untuk melanjutkan studi, namun karena dipaksa orang berpengaruh untuk menjadi raja. Untuk itu dia minta waktu untuk “ngleremke hatinya” agar lebih mantab bila terpilih menjadi pengageng Pura Mangkunegaran.

Adanya sinyalemen itu ditanggapi oleh sejarahwan R Surojo, Rabu (15/12/2021). Menurut Surojo, dalam suksesi dari tiga kandidat Mangkunegoro X yakni GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo dan cucu Raja Mangkunegara VIII yakni KRMH H Roy Rahajasa Yamin yang berlaku adalah pranata Jawa diantaranya keyakinan untuk memilih waktu yang tepat (sangat; bahasa Jawa-red).

“Kalau mundurnya waktu pemilihan untuk memilih Mangkunegoro X  itu diundur hingga Januari itu bisa dijelaskan secara spiritual Jawa dengan primbon Jawa atau dengan rasional,  karena Pura Mangkunegaran adalah bagian dari Negara Republik Indonesia dengan perhitungan anggaran dimulai tahun baru 2022 ya bulan Januari, ” papar Surojo memberikan analisanya tentang GPH Bhre Cakrahutomo.

BERITA REKOMENDASI