Perlunya Pemurnian Darah Sebagai Penguasa Tertinggi di Pura Mangkunegaran

Menurutnya, putera permaisuri Gustri Putri Prisca Marina Mangkunegoro IX yang diutus pihak Pura Mangkunegaran memberi informasi tentang pengunduran suksesi Mangkunegoro X kepada Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka sebagai representasi pemerintah.

Beberapa sumber mengatakan ada hal misteri dengan dimundurkannya jadwal pemilihan Mangkunegoro X. Diantaranya ada rumor salah satu kandidat darahnya tidak murni dari trah dalem Mangkunegaran. Namun sumber lain menceriterakan kalau ada keengganan dari salah satu kandidat karena ingin fokus ke studinya.

Menurut Surojo berkaca dari sejarah saat GPH Sudjiwo Kusumo yaitu adik kandung dari KGPH Radityo Prabukusumo yang merupakan putra mahkota. Saat itu Sudjiwo terpaksa dipilih sebagai Mangkunegoro IX karena putra mahkota Radityo meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas.

“Karena belum siap menjadi raja, Sudjiwo tidak langsung jadi adipati Mangkunegaran definitif. Namun dengan sebutan Plt (Pelaksana Tugas) Mangkunegoro IX,” papar Surojo.

Kelak setelah Sudjiwo merasa mantab melaksanakan tugasnya oleh Dewan Pinisepuh setelah dua tahun Sudjiwo dinobatkan sebagai raja atau adipati (definitif) Pura Mangkunegaran dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Aryo Adipati ( KGPAA) Mangkunegoro IX.

BERITA REKOMENDASI