Permintaan Air Bersih Melonjak 30 Persen

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirto Negoro Sragen menjamin pasokan air bersih pada Lebaran mendatang tetap terjaga. Kendati diprediksi terjadi lonjakan pemakaian air hingga 30 persen, namun hal itu sudah diantisipasi dengan perbaikan instalasi sejumlah sumur.

Penjabat sementara Direktur Utama (Dirut) PDAM Sragen, Supardi mengatakan, peningkatan permintaan air bersih diprediksi mulai terjadi pada H-1 sampai H+1 Lebaran. Selam ini, rata rata pemakaian wajar air bersih untuk warga yang tinggal di desa sekitar 90 liter per orang per hari. Sedangkan warga perkotaan sampai 120 liter per orang. Sementara pada Lebaran nanti, akan terjadi peningkatan hingga 30 persen.

Menurut Supardi, pengalaman Lebaran seblumnya peningkatan permintaan air bersih tidak merata. Di wilayah kota dan sebagian Kecamatan Karangmalang, permintaan biasanya justru turun. Sedangkan wilayah yang terjadi kenaikan pemakaian air, terjadi di kecamatan luar kota.

"Karena di kota, biasanya rumah ditinggal mudik, jadi tidak ada pemakaian air. Lain dengan pelanggan di desa dimana banyak pemudik datang yang otomatis perimtaan air meningkat," jelasnya kepada KRJOGJA.com, Selasa (20/06/2017).

Supardi memastikan, kendati terjadi permintaan air pada Lebaran, tapi pasokan air tetap tersedia. Hal ini karena PDAM telah melakukan perbaikan instalasi di sejumlah sumur sumber air. "Kami juga menyiapkan tiga tangki untuk droping sewaktu-waktu dibutuhkan. Jadi saat lebaran, jika ada pelanggan yang airnya macet, langsung kami kirim droping air," tandasnya.

Sementara untuk pasokan air bersih yang cukup menjadi perhatian PDAM adalah di sebagian Kecamatan Gondang, Sambirejo, Sumberlawang dan Kedawung. Pelayanan akan dimaksimalkan lewat sumur pompa, serta sumur Tunggul Gondang yang sempat dipotes warga karena kondisi air kurang memuaskan. "Di sumur Tunggul kami pasang alat khusus dan spesifik. Diharapkan kondisi air dapat tersaring dengan baik," tambah Supardi. (Sam)

BERITA REKOMENDASI