Pernah ‘Dikuasai’ Investor Asing, Begini Sikap Warga Pantai Watu Karung

SOLO, KRJOGJA.com – Pesona wisata pantai Watu Karung Pacitan semakin mempesona dan menarik perhatian investor asing. Jika warga setempat tidak siap menghadapi perubahan yang sangat cepat ini dikawatirkan akan tertinggal bahkan tersingkir yang pada akhirnya hanya menjadi penonton.

"Apa yang terjadi di Tawangmangu Karanganyar jangan terjadi di Watu Karung," ungkap Dr Rahayu, ketua UPT Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo saat mengunjungi kegiatan mahasiswa KKN bersama ketua LPPM Prof Dr Widodo Muktiyo di desa Watu Karung, Rabu (31/7).

Rahayu mengibaratkan warga di sekitar pantai tengah diajak lari cepat. Jika tidak siap akan tercecer. Itu akan terlihat usaha home stay yang telah dirintis tidak laku, karena datangnya investor yang membuat penginapan mewah. "Ini harus kita waspadai bersama agar ke depan warga Watu Karung tetap bisa bermain dan merasakan manisnya wisatawan."

Kepala Desa Watu Karung Wiwid Pheni Dwiantari membenarkan adanya investor asing yang menguasai tanah di sekitar pantai yakni dari Australia. Masuknya modal asing itu sekitar 2005, sebelum ia menjabat. "Sekarang kami tidak ingin lagi. Kami selalu memberikan penekanan kepada warga agar tidak menjual tanah ke orang asing."

Sekarang warga sudah mulai paham dan tidak ada lagi penjualan ke asing. Jadi hanya tiga orang asing yang sudah telanjur pindah tangan. Terkait dengan persoalan di atas, Prof Widodo Muktiyo sepakat perlu mengangkat tema sosial dalam program KKN. Jadi tidak saja mendorong pada pembangunan fiaik berupa pemasangan lampu penerang bersumber panas Matahari. (Qom)

BERITA REKOMENDASI