Perpustakaan Daerah Buka Perdana Usai Vakum Selama Pandemi

Editor: Agus Sigit

KARANGANYAR, KRjogja.com – Kunjungan di perpustakaan daerah Kabupaten Karanganyar berangsur normal usai layanan itu dibuka lagi per Senin (6/9) kemarin. Koleksi buku ribuan judul boleh dibaca di tempat maupun di tempat.

Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpus) menutup layanan tersebut sejak pandemi Covid-19 pada Maret 2020 lalu. Sempat akan membuka layanan pada beberapa waktu lalu, langsung tutup lagi karena PPKM darurat. Kini, semua layanan boleh diakses siapapun selama jam kerja. Bahkan pengunjung boleh membuat kartu anggota tanpa dipungut biaya.

Pada hari kedua perpustakaan daerah dibuka, Selasa (7/9), kapasitas maksimal pengunjung sebanyak 50 persen terisi penuh. Sekitar 35-40 orang hilir mudik dari satu rak buku ke rak lain. Mereka seakan haus mencari informasi maupun hiburan lewat literasi.
Koleksinya pun beragam mulai sosial, sejarah dan fiksi. Kepala Disarpus Karanganyar, Sugeng Raharto terlihat mondar mandir di ruangan. Ia mengingatkan stafnya supaya mengawasi secara serius aktivitas pengunjung. Jika ada yang melepas masker atau duduk berdekatan dengan pengunjung lain, maka harus ditegur.

“Pertimbangannya membuka kembali adalah sudah masuk level 3 PPKM. Sebelumnya, kita tutup sejak awal pandemi 2020 lalu. Akhirnya lega, bisa melayani masyarakat. Kalangan sekolah dan mahasiswa banyak yang menanyakan kapan buka dan bisa baca atau pinjam buku lagi. Tapi ingat, harus atuh prokes,” katanya kepada wartawan, Selasa (7/9).

Meski dibuka untuk umum, namun kapasitas pengunjung dibatasi maksimal 50 persen. Selain itu wajib meninggalkan lokasi saat waktu pembersihan pada pukul 12.00 WIB. Mereka boleh kembali lagi setelah ruangan disterilisasi.

Sugeng mengakui, koleksi bukunya mayoritas sosial dan sejarah. Namun tidak begitu banyak tentang kesehatan. Untuk melengkapi referensi informasi di perpustakaan daerah, khususnya terkait Pandemi Covid-19, ia akan membeli buku-buku itu pada pengadaan selanjutnya.

“Terima kasih masukannya. Pasti akan displit khusus buat beli buku tentang Covid-19. Biar masyarakat membaca apa itu Covid-19. Bagaimana dunia bisa terpuruk karena itu. Penting adanya referensinya,” katanya.

Seorang mahasiswi Universitas Terbuka (UT), Nur Rahmawati sengaja mengunjungi perpustakaan setelah sekian lama terhalang main ke sana. “Sudah sering kesini saat kelas III SMA. Setelah itu vakum karena pandemi. Baru sekarang setelah semester I, bisa main ke sini lagi,” katanya. Nur mengatakan koleksi buku tersedia cukup lengkap. Ia biasanya meminjam koleksi nonfiksi dan membaca di tempat jika sempat. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI