Pertanian Modern Berbasis Korporasi, Pendampingan Utuh Per 1.000 Hektare

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – (KR)-Kementrian Pertanian menerapkan model pertanian modern berbasis korporasi pada area bercocok tanam per 1.000 hektare. Salah satu klaster percontohan di Kabupaten Karanganyar.

“Kita sepakat mengkorporasi per 1.000 ha. Kemudian mengintervensi hulu ke hilir. Konsepsinya dibantu gubernur bersama dirjen dan eselon I membuat bisnis plan perencanaan hulu-hilir dengan mekanissasi yang tersedia tanpa mengabaikan kekuatan bertani dan pengenalan teknologi,” kata Menteri Pertanian, yahrul Yasin Limpo dalam acara bertajuk Integrated Farming Untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan di Desa Kragan, Gondangrejo, Kamis (15/10).

Di Dukuh Kanilan Rt 03/Rw V Desa Kragan, ia melihat lebih dekat calon klaster milik salah satu warga, Willy Suratman. Willy memanfaatkan lahannya seluas 3.500 meter persegi untuk menanam pisang, membudidayakan ikan nila, ternak lalat hitam untuk pakan ikan, dan menanam empon-empon. Willy juga mengembangkan magot sebagai pakan ikan berprotein tinggi. Campuran sisa pakan magot dari limbah pertanian dan cacahan pisang inilah yang sedang dikembangkan untuk budidaya jahe merah.

Syahrul mengatakan di area klaster didampingi utuh mulai penyediaan varietas tanaman unggulan, pupuk, budidayanya, pengendalian hama dan pasca panen. Ia siap menggelontorkan bantuan dana termasuk fasilitas rice milling unit (RMU).

“Kita carikan mesinnya. Harapannya enggak ada lagi petani menjual gabah tapi beras. Petani juga harus hitung berapa (nilai ekonomis) jerami, sekam dan menir. Ini untuk meningkatkan perekonomian petani,” katanya.

Pendampingan utuh di bidang pertanian menjadi program unggulan nasional seiring hal itu terbukti menopang perekonomian di tengah Pandemi Covid-19. Disebutnya, di kuartal II tahun 2020, sektor pertanian tumbuh 16,24 persen. Antara lain didukung ekspor kelapa sawit yang menghasilkan devisa Rp250 triliun. Pada Agustus lalu, tercatat ekspornya Rp30 triliun.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menambahkan, Pemda akan menggandeng berbagai kelompok tani untuk mewujudkan korporasi pertanian. Sehingga ke depan dapat menciptakan akselerasi pertanian yang dimulai dari Karanganyar. Mengingat kedepan Karanganyar ditargetkan menjadi penyangga pangan nasional .

Dia mengungkapkan, lahan di Karanganyar yang ditanami padi luasannya 50 ribu hektare lebih. Selain itu setiap tahun, surplus padi sekitar 150 ribu ton per tahun. (Lim)

BERITA REKOMENDASI