Pertumbuhan Penduduk Solo Mengkhawatirkan

SOLO (KRjogja.com) – Pertumbuhan penduduk kota Solo dinilai memasuki tahap mengkhawatirkan, baik dari sisi tingkat kepadatan maupun daya dukung perkotaan terhadap akses layanan. Hingga saat ini, tingkat kepadatan penduduk rata-rata mencapai 12 ribu per kilometer persegi, bahkan di beberapa wikayah  kelurahan tergentu, seperti Serengan mencapai 19 ribu per kilometer persegi.

Pelaksana Harian (PlH) Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak, Keluarga Berencana (Bapermas PPA-KB), Widdi Srihanto menjelaskan posisi Kota Solo sebagai hinterland daerah sekitar laju urbanisasi dari daerah sekitar, tak terbendung. Sementara laju pertambahan penduduk dari proses kelahiran, tambahnya menjawab wartawan , di Balaikota, Rabu (31/08/2016), relatif kecil, meski cakupan program KB dalam beberapa tahun terakhir cenderung menurun.

Sebagai gambaran Widdi menyebut, dari populasi Pasangan Usia Subur (PUS) sejumlah 71.913 Kepala Keluarga (KK),  hanya 48.063 KK atau 66,83 persen mengikuti program KB, selebihnya belum diketahui secara pasti. Cakupan tersebut menurun dibanding tahun 2015 lalu,  sebab jumlah peserta KB mencapai 51.954 KK atau 77,8 persen dari populasi PUS. (Tom)

BERITA REKOMENDASI