Pesakom adakan Seminar Solusi Pertumbuhan Ekonomi

SOLO, KRJOGJA.com – Mencermati pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan berada pada angka 5,1% pada 2020. Bakal berdampak perdagangan international berimbas pada melambatnya penggerak pertumbuhan domestik Indonesia juga perekonomian Jawa Tengah dan Solo Raya bakal terkena imbasnya.

Solichul Hadi ketua Paguyuban Pemegang Saham dan Komisaris (Pesakom) BPR (Bank Perkreditan Rakyat)/ BPRS (Bank Perkreditan Rakyat Syariah) Solo Raya didampingi sekretaris Pesakom
Endar Nugraha dan Sih Yuanti Yuyun , Jumat (3/1/2020) saat berdiskusi dengan paguyuban perwarta ekonomi bisnis Solo Raya di rumah makan Solo Distro, Solo, mengatakan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) bakal menghadapi tantangan serius tahun 2020. 

"Alasannya pemerintah bakal menurunkan suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) dari 7% menjadi 6% pada 2020 mendatang. Tidak hanya menurunkan suku bunga tetapi juga menaikkan plafon KUR menjadi 325 T, serta plafon pada debitur mikro pun akan ditingkatkan dari 25 jt menjadi 50 juta. "tuturnya.

Imbasnya adalah segmen KUR tersebut menyasar debitur yang sama dengan BPR yakni mikro. Tantangan sebelumnya yang cukup berat adalah persaingan dengan pinjaman online alias Financial Technology (Fintech) peer to peer lending yang terus tumbuh melesat mencapai 121,76%. Selain itu, kesulitan lain yang dihadapi adalah kebutuhan modal. Di dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) no 05/POJK.03/2015 tentang kewajiban penyertaan modal minimum dan pemenuhan modal inti BPR 3 M paling lambat 31 Desember 2019 dan 6 M pada 31 Desember 2024 yang harus segera terpenuhi. 

"Kiranya perlu adanya regulasi dari pemerintah dalam hal ini OJK yang membawa angin segar untuk pelaku bisnis BPR agar bisa menjadi PT (Perseroan Terbatas) Terbuka dengan diberi ijin melakukan perubahan anggaran dasar dimana pemegang saham tidak dibatasi WNI, karena perusahaan Fintech bermodal asing yang unlimited resources dan operasional diseluruh Indonesia."

Untuk solusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Pesakom Solo Raya,
akan menggelar seminar Outlook Ekonomi 2020: Eksistensi BPR/BPRS di Indonesia pada hari Senin (6/1-2019), bertempat di Swiss Belinn Hotel, Solo, Menampilkan narasumber Chairman Infobank Institute Jakarta, Eko B Supriyanto dan Didik Yochanan dari BPR Restu Grup.

Materi pertama, akan disampaikan, Didik Yochanan, yang akan memaparkan terkait Potret BPR/BPRS Soloraya dan Kiat Mengelola BPR. Sedangkan, Eko B. Supriyanto yang juga Pimpinan Redaksi Infobank akan memaparkan Indonesia Banking Outlook & Eksistensi BPR/BPRS di Indonesia.(Hwa)

BERITA REKOMENDASI