Pesanan Ekspor Meningkat, Perajin Rotan Trangsan Gatak Bangkit

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRjogja.com – Perajin rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak bangkit setelah mengalami krisis sepi pesanan ditengah pandemi virus Corona. Para perajin sekarang kebanjiran pesanan baik dari pembeli lokal dan nasional serta ekspor ke sejumlah negara Asia, Eropa, Amerika dan Timur Tengah. Sejak akhir tahun 2020 hingga Maret 2021 ada kenaikan pesanan sekitar 15-20 persen.

Perajin rotan Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Mujiman, Sabtu (27/3) mengatakan, kondisi perajin rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak saat awal pandemi virus Corona sekitar Maret-April 2020 lalu hingga menjelang akhir tahun 2020 sangat terpuruk. Krisis dialami karena sepinya pesanan produk rotan dari semua pembeli baik pasar lokal, nasional dan tujuan ekspor. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya pengetatan bahkan penutupan produk ekspor dilakukan oleh sejumlah negara. Hal ini sebagai bentuk usaha pencegahan terjadinya penyebaran virus Corona.

Pandemi virus Corona membuat perajin rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak mengalami kerugian besar. Sebab semua aktivitas menjadi terhenti karena tidak ada pesanan, namun disisi lain biaya pengeluaran tetap harus dibayarkan untuk membayar kebutuhan rutin seperti gaji karyawan, listrik, membeli bahan baku rotan dan lainnya.

Kerugian semakin besar setelah ada sejumlah pembatalan pembelian dari beberapa pembeli akibat pandemi virus Corona. Bahkan produk yang sudah selesai diproduksi juga hanya menumpuk di gudang tanpa bisa dikeluarkan untuk penjualan.

Keterpurukan tersebut perlahan dapat teratasi setelah pada akhir tahun 2020 mulai ada pesanan produk rotan dari beberapa negara tujuan ekspor ke perajin rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak. Pesanan semakin meningkat saat memasuki awal tahun 2021 dengan penambahan negara tujuan ekspor.

BERITA REKOMENDASI