Petani Andalkan Hujan, Pintu Air Dam Colo Nguter Ditutup Sementara

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Pintu air Dam Colo, Nguter resmi ditutup sementara pada 10 Oktober mulai pukul 00.00 WIB dalam rangka perawatan rutin tahunan oleh pihak pengelola Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Penutupan dilakukan mundur 10 hari dari jadwal sebelumnya pada 1 Oktober karena pertimbangan menyelamatkan tanaman padi siap panen dibeberapa wilayah di Kabupaten Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar hingga Sragen. Petani tidak akan merasakan dampak signifikan akibat penutupan tersebut mengingat sekarang sudah masuk musim hujan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, Sabtu (10/10), mengatakan, pintu air Dam Colo, Nguter resmi ditutup pada 10 Oktober mulai pukul 00.00 WIB atau mundur 10 hari dari jadwal semula pada 1 Oktober. Pengunduran dilakukan sesuai permintaan petani demi menyelamatkan tanaman padi siap panen dibeberapa wilayah.

Penutupan pintu air Dam Colo, Nguter dilakukan selama sebulan kedepan untuk perawatan rutin tahunan oleh BBWSBS. Beberapa perawatan akan dilakukan meliputi pintu air, pengerukan sedimentasi dan lainnya.

“Sesuai jadwal memang pintu air Dam Colo, Nguter seharusnya sudah ditutup 1 Oktober tapi atas permintaan petani maka baru ditutup pada 10 Oktober mulau pukul 00.00 WIB,” ujarnya.

Sebelum diputuskan pengunduran waktu penutupan pintu air Dam Colo, Nguter sudah dilakukan pertemuan antara petani, BBWSBS dan pihak terkait. Kondisi sekarang tanaman padi yang jadi sasaran penyelamatan telah berhasil panen meliputi wilayah Kabupaten Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar hingga Sragen.

“Karena penutupan dilakukan tengah malam maka kami minta masyarakat hati-hati sebab biasanya banyak yang memanfaatkan momen penutupan pintu air Dam Colo, Nguter untuk mencari ikan. Jaga keselamatan diri jangan memaksakan masuk ke aliran Dam Colo hingga menyebabkan kecelakaan air,” lanjutnya.

Terkait dengan keamanan tersebut, Dinas Pertanian dan Perikanan bersama BBWSBS dan pihak terkait sudah saling berkoordinasi. Termasuk meminta pemerintah desa dan kecamatan dimana wilayahnya terdapat aliran air Dam Colo untuk ikut membantu mengawasi warganya.

“Dari sisi petani kami juga sudah sosialisasi tekait kesiapan setelah panen dan segera olah tanah. Harapannya masih ada gelontoran air dari Dam Colo, Nguter untuk masuk tanam padi lagi,” lanjutnya.

Netty menambahkan, sebelum penutupan pintu air Dam Colo, Nguter kondisi tanaman padi berhasil panen. Selanjutnya setelah ini petani diminta segera melakukan persiapan tanam padi kembali. Meski dilakukan penutupan pintu air Dam Colo, Nguter namun diperkirakan tidak terlalu berpengaruh pada petani.

BERITA REKOMENDASI