Petani Diajak Kembangbiakan Burung Hantu

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sebaran rumah burung hantu (rubuhan) sudah dilakukan merata disetiap kecamatan untuk membantu pengendalian serangan hama tikus. Petani bersama masyarakat diminta untuk saling menjaga dan terus melakukan pengembangbiakan burung hantu agar populasinya bertambah banyak.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, Jumat (8/9) mengatakan, pembuatan rubuhan sudah ada disemua kecamatan. Bahkan dipersempit lagi hingga ke tingkat desa dan kelurahan sekarang sudah disediakan. Rubuhan sengaja dibuat untuk menjadi tempat perkembangbiakan burung hantu yang secara alami habitatnya masih ada di Sukoharjo.

Menurut Netty sebaran rubuhan tidak hanya berada di wilayah pinggiran pedesaan saja melainkan juga di perkotaan. Bahkan penangkaran burung hantu sebagai pusat pengembangbiakan berada di tengah kota yakni di Kampung Klurahan, Kelurahan Sukoharjo Kota, Kecamatan Sukoharjo Kota.

"Kami bersama petani dan pihak terkait lainnya sudah membuat rubuhan. Sedangkan burung hantu nantinya akan hinggap sendiri karena secara alami habitatnya masih banyak tersebar di Sukoharjo,” ujar Netty Harjianti.

Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur Jigong Sarjanto mengatakan, pemanfaatan burung hantu dalam pengendalian serangan hama tikus memang efektif. Namun lebih efektif lagi apabila petani mau bergerak melakukan pemberantasan secara bersama. Selain itu juga menaati pola tanam serentak sebagai bagian mengurangi populasi. (Mam)

BERITA REKOMENDASI