Petani Kartasura Resah, Padi Diserang Hama Tikus

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Sejumlah sawah yang ditanami padi diserang hama tikus dan menyebabkan tanaman rusak. Kondisi tersebut membuat resah petani karena terancam mengalami kerugian tidak sedikit. Usaha sudah dilakukan untuk menekan serangan dengan melakukan pemusnahan tikus baik menggunakan racun, perangkap dan gropyokan. 

Petani asal Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura Suryanto, Kamis (3/1) mengatakan, serangan hama tikus sudah terjadi sejak Desember lalu sampai sekarang. Petani sangat berharap pada musim tanam I (MT I) padi kali ini dapat memberikan hasil panen melimpah. Sebab kondisi cuaca cukup mendukung dimana hujan sudah turun dan tidak sampai menyebabkan terjadinya genangan atau banjir. Disisi lain tanaman padi juga cukup mendapatkan panas dari sinar matahari. 

Namun petani justru diresahkan dengan terjadinya serangan hama tikus yang menyebabkan tanaman padi rusak. Kerusakan tidak hanya terlihat pada tanaman yang sudah mengeluarkan bulir padi. Tapi juga tanaman padi masih muda ikut dirusak. 

“Jumlah tikus sangat banyak dan merusak tanaman padi baik dengan cara memakan bulir padi maupun batang padi muda,” ujarnya. 

Serangan hama tikus sudah diantisipasi dengan melakukan berbagai cara pencegahan seperti menggunakan racun, perangkat dan gropyokan. Namun hasilnya tetap sama saja jumlah tikus masih banyak. 

Suryanto memperkirakan dari dua patok sawah yang dimiliki nanti hasilnya tidak banyak. Kemungkinan saat panen padi hanya mendapatkan separuh patok sawah. Sedangkan satu setengah patok lagi rusak dan tidak terlalu diharapkan. 

“Kerusakannya tanaman padi cukup banyak tapi saya terus berusaha mencegah semakin bertambah parah,” lanjutnya. 

Petani asal Desa Ngemplak, Kecamatan Kartasura Katno mengatakan, tidak memperkirakan terjadi serangan hama tikus. Sebab sawahnya baru saja ditanami padi sejak sekitar 20 – 30 hari lalu. Namun banyak tanaman padi miliknya mengalami kerusakan khususnya pada bagian batang bawah. 

“Tikus itu menggigit batang padi muda pada bagian bawah dan menyebabkan tanaman padi ambruk. Kalau sudah seperti ini maka terpaksa melakukan penanaman ulang atau membiarkan saja,” ujarnya. 

Apabila ditanam ulang maka Katno mengaku membutuhkan biaya tidak sedikit. Namun bila dibiarkan maka menyebabkan kerugian semakin besar. Kalaupun dilakukan penanaman ulang maka kondisi tanaman baru tidak akan bisa mengejar ketinggalan usia tanam. (Mam)

BERITA REKOMENDASI