Petani Keluhkan Larangan Pembelian Premium Berjeriken

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN (KRjogja.com) – Kalangan petani di Kabupaten Sragen menolak kebijakan Pertamina yang melarang pembelian Premium menggunakan jeriken. Jika kebijakan ini diterapkan, petani Sragen siap turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi.

Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Sragen, Suratno mengatakan, pihaknya jelas kecewa dengan kebijakan yang berpihak kepada kelompok kapitalis tapi merugikan rakyat kecil in. Sebelum mengambil kebijakan, mestinya pemangku kebijakan harus mempertimbangkan kondisi riil di masyarakat.

Suratno mencatat, ada 50% dari luas lahan pertanian di Sragen yang mencapai 46.000 hektare masih mengandalkan mesin pompa air berbahan bakar premium atau solar. "Mestinya ada kebijakan SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) yang tetap membolehkan petani pakai jeriken, bukan malah dilarang. Apalagi saat ini musim tidak menentu dan intensitas hujan tidak pasti sehingga membuat petani banyak yang menggunakan pompa air untuk mengaliri sawah," ujarnya kepada KRjogja.com, Rabu (10/08/2016).

Suratno menilai, kalau misalnya petani dipaksa membeli pertamax atau pertalite untuk menghidupkan mesin diesel pompa air, mestinya harus diimbangi dengan jaminan ketersediaan pupuk, bibit, pasar, dan ketersediaan air. "Tapi kenyataannya sampai sekarang masih saja ada kekurangan pupuk. Ketersediaan air juga belum merata sehingga petani harus mengandalkan mesin pompa air," tambahnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI