Petani Sragen Terima 32 Unit Alsintan Aspirasi Dewan

Editor: Agus Sigit

SRAGEN, KRJOGJA.com – Sebanyak 39 kelompok tani (poktan) dari 14 kecamatan di Kabupaten Sragen mendapat bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa cultivator atau mesin pengolah tanah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Bantuan tersebut terdiri atas tujuh unit cultivator dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng dan 32 unit cultivator dari aspirasi anggota DPRD Jateng.

Bantuan alsintan senilai ratusan juta rupiah itu diserahterimakan oleh anggota DPRD Jateng, Untung Wibowo Sukowati (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dan Mukafi Fadli (Partai Kebangkitan Bangsa), disaksikan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati di halaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Sragen, Rabu (29/12/2021). Alsintan itu juga merupakan aspirasi dari dua legislator lainnya, yakni Sriyanto Saputro (Partai Gerindra) dan Hadi Santoso (Partai Keadilan Sejahtera).

Kepala Distan KP Sragen, Eka Rini Mumpuni Titi Lestari menyampaikan total alsintan yang diterima Sragen mencapai 228 unit dan 39 unit alsintan di antaranya berasal dari Pemprov Jateng. Sementara sisanya berasal dari Kementerian Pertanian (Kementan). Sedangkan 39 alsintan berupa cultivator dari Provinsi Jateng itu terdiri atas tujuh unit merupakan bantuan reguler dari Distanbun Jateng dan 32 unit dari aspirasi anggota DPRD Provinsi Jateng. “Bantuan ini diharapkan segera dioperasionalkan dan tepat sasaran. Ada 39 poktan yang menerima bantuan, jadi satu poktan satu unit,” ujarnya.

Anggota DPRD Jateng dari PDIP, Untung Wibowo Sukowati menyampaikan, pertanian Sragen merupakan sokoguru pangan nasional sehingga alsintan menjadi kebutuhan primer bagi petani. Di masa pandemi seperti sekarang, semua orang harus berpikir untuk mencukupi hidup di satu sisi dan di sisi lain harus berpikir kesehatan. Diharapkam bantuan alsintan ini bisa tepat guna dan bisa bermanfaat bagi petani dalam menghadapi masa pandemi. “Sebanyak 32 unit cultivator ini bantuan dari teman-teman legislator yang ada di Sragen,” jelas Bowo.

Bowo yang juga Ketua DPC PDIP Sragen ini berpesan, Sragen sebagai lumbung pangan nasional harus bisa bersinergi antara sejumlah pihak. “Ke depan sepertinya butuh konservasi air supaya petani bisa terus mengambil air dalam. Seperti di daerah Sine Sragen Kota, dulu kekurangan air pada sumur permukaan. Setelah adanya embung di Taman Sukowati maka air sumur kembali normal dan petani masih bisa menggali sumur dalam untuk pengairan,” tandasnya.

Sementara Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan selama ini bantuan reguler selalu lebih sedikit dibanding bantuan aspirasi. Dia mengatakan supaya bantuan banyak, petani harus bisa bersinergi dengan para legislator. Hal itu merupakan hubungan mutualisme. “Saya minta darimanapun asal bantuan, aturan dan regulasi tetap berlaku sama. Yakni tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apa pun, termasuk sekadar uang tranportasi tidak dibolehkan. Uang kecil itu menjadi masalah ketika berhadapan dengan aparat penegak hukum. Kelola alsintan ini secara transparan dan bertanggung jawab,” tandas Yuni. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI