Petani Suruhkalang Terapkan Jajar Legowo

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Sistem tanam padi jajar legowo diterapkan merata pada masa tanam ketiga (MT III) di Desa Suruhkalang, Kecamatan Jaten. Sistem tanam tersebut lebih efektif meningkatkan kualitas dan kuantitas padi dibanding cara konvensional.

 

“Desa Suruhkalang dideklarasikan sebagai desa jajar legowo. Petani di wilayah ini serentak menggunakan metode tanam itu dari sebelumnya menanam dengan populasi padat di satu rumpun,” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono kepada wartawan usai menyerahkan secara simbolis bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) di areal persawahan Desa Suruhkalang, Senin (8/8).

Sistem tersebut menjaga jarak antar rumpun untuk memberi tanaman ruang menyerap nutrisi dan sinar matahari. Apapun varian bibit padi efektif ditanam menggunakan metode ini. Di Suruhkalang, petani bisa memakai jarak 2:1 atau tiap dua rumpun diberi jeda tanpa tanaman satu larik dan jarak 4:1. Hasil bercocok tanam memakai sistem ini di MT II lalu menggembirakan, sehingga dilanjutkan lagi di MT selanjutnya.

Keberhasilan pertanian di Desa Suruhkalang menyokong pangan direspons positif pemerintah pusat. Melalui pemberian bantuan alsintan diharapkan menyederhanakan proses tanam dan panen serta memangkas ongkos bercocok tanam. Adapun penyerahan bantuan berupa satu unit traktor roda empat, 66 unit traktor roda dua, 1 unit kendaraan roda tiga dan 235 unit handsprayer. Bupati meinta kelompok tani serius mengelola bantuan pemerintah pusat tersebut.

“Satu traktor roda empat ini setara sembilan handtractor. Sangat efektif membalik tanah pascapanen. Pemkab tengah memohon tambahan alat itu ke pusat. Sehari bisa dua hektare dibajak dengan itu,” jelasnya.

Menurutnya, mekanisasi pertanian terbukti efektif membantu petani bercocok tanam dibanding cara manual. Dalam hal ini, petani perlu tahu cara mengoperasikan alsintan sehingga tak terlalu bergantung operator.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut), Supramnaryo mengatakan hasil pertanian di lahan 23.000 hektare di Karanganyar bisa diandalkan menyumbang ketahanan pangan nasional. Pada tahun 2015 surplus 3 ribu ton dan tahun ini diprediksi lebih. (M-8)

BERITA REKOMENDASI