Petani Tutup Pintu Air PG Mojo

SRAGEN (KRjogja.com) – Sejumlah petani yang tergabung dalam paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Sragen terpaksa menutup saluran air dari Dam Colo ke Pabrik Gula (PG) Mojo agar air mengalir ke persawahan petani.

Petani juga menuntut Perum Jasa Tirta (PJT) selaku operator air untuk menambah debit air ke aliran sawah Dam Colo Timur. Mereka menganggap debit air saat ini masih kurang dan justru dialirkan oleh PJT ke Bengawan Solo.

Ketua Induk P3A Colo Timur, Sarjanto Rabu (31/08/2016) mengatakan terpaksa menutup saluran air yang mengalir ke PG Mojo tersebut karena debit air dari dam Colo sudah tidak cukup memenuhi kebutuhan petani. "Masalahnya sejak minggu lalu, ada kerusakan pintu sehingga debit air kecil. Padahal air harus masuk ke PG Mojo untuk keperluan giling. Tapi yang penting air ke sawah dulu," ujarnya.

Menurut Sarjanto petani berupaya meminta agar air ke Colo Timur lebih banyak, namun operator justru mengalirkan ke sungai. Padahal mereka hanya berpatok pada pola dan tidak melihat kondisi di lapangan. "Kami sudah minta agar air diperbesar, tapi PJT selaku operator justu mengalirkan ke sungai," jelasnya.

Sarjanto berharap ada pertemuan antara pihak Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), PJT dan petani pengguna air. Permasalahan seperti ini sudah sering terjadi dan selalu terulang. (Sam)

BERITA REKOMENDASI