Pilbup Karanganyar, Netralitas ASN Dipertanyakan

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Karanganyar meminta aparatur sipil negara (ASN) bersikap netral dan tak terpengaruh arus politik praktis. Sebab, mereka rentan dimanfaatkan dua pasang calon petahana yang memiliki pengaruh di pemerintahan.

“Dua incumbent (petahana) ini pasti menggunakan strategi pemenangan masing-masing. Komunikasi intensif keduanya dengan ASN tidak bisa dipungkiri. Jika pengaruh mereka di ASN diselewengkan untuk kepentingan pemenangan politik, ini yang melanggar norma,” kata Komisioner Panwaslukab Bidang Koordinator Divisi SDM dan Organisasi, Sudarsono kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (19/1).

Seperti diketahui, KPUD menetapkan dua bakal pasang calon bupati-wakil bupati Karanganyar yang akan bertarung di Pilbup Juni mendatang. Pasangan Juliyatmono-Rober Christanto diusung PDIP, Golkar, PAN, PPP, Partai Demokrat, Hanura dan PKB sedangkan pasangan Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih diusung PKS dan Partai Gerindra. Saat ini, Juliyatmono-Rohadi Widodo masih menjabat bupati-wakil bupati Karanganyar periode 2014-2018.

“Kita jelas punya acuan edaran Mendagri tentang netralitas ASN. Kalangan ini diimbau bersikap proporsional dalam bekerja, jangan terbawa arus politik praktis. Apabila nekat melanggar aturan, maka akan disanksi sesuai tingkat kesalahannya. Mulai penurunan pangkat setingkat lebih rendah sampai penonaktifan secara tidak hormat,” katanya.

Terkait netralitas ASN termasuk di dalamnya kepala desa, perangkat desa dab pegawai BUMD yang diatur UU No 5/2014 tentang ASN, UU no 10/2016 tentang Pemilukada dab ditegaskan PP No 53/2010 tentang Disiplin PNS.

Ketua Panwaslu Karanganyar Kustawa Esye mengatakan indeks kerawanan pemilu perlu dimutakhirkan. Ia tak memungkiri munculnya bakal pasangan calon Rohadi-Ida di hari terakhir pendaftaran calon bupati-wakil bupati di KPUD memunculkan peta baru kerawanan pemilu.

“Politik itu sangat dinamis. Peta kerawanan yang kami susun juga perlu dimutakhirkan. Termasuk karena perubahan paslon tunggal menjadi head to head dengan wakilnya pak bupati,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI