Pilgub Jateng, 61 Ribu Pemilih Bermasalah

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sragen menemukan 61.744 pemilih yang diduga bermasalah. Puluhan ribu pemilih yang diduga bermasalah itu disebabkan karena nama tidak dikenal, meninggal dunia, berstatus TNI/Polri, pendatang, terindikasi ganda, gangguan jiwa, di bawah umur, serta pindah domisili.

Data tersebut diungkapkan Komisioner Divisi Penegakan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Sragen, Dwi Budi Prasetyo, Kamis (08/03/2018). Temuan tersebut berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan Pengawas Pemilu Desa (PPD) yang sudah mencocokkan dan meneliti (Coklit) data pemilih sebanyak 800.720 orang dari KPU Sragen.

Menurut Budi, temuan PPD kemudian disinkronkan dengan data di petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP). Data-data kemudian diakumulasi setiap kecamatan dan dihimpun di tingkat Panwaslu Kabupaten Sragen. "Jumlah temuannya sebanyak 61.744 pemilih yang terindikasi bermasalah. Sudah kami laporkan ke Bawaslu Jateng," ujarnya.

Temuan pemilih bermasalah dimungkinkan bertambah karena proses coklit masih terus berjalan. Budi menyampaikan Panwaslu juga berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Sragen untuk mengetahui penduduk yang sudah membuat kartu tanda penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP.

Sementara itu, Komisioner Divisi Data dan Pemutakhiran Daftar Pemilih Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen, Roso Prajoko menyampaikan pleno hasil Coklit akan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten. KPU sudah memerintahkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) berkoordinasi dengan Panwaslu sesuai tingkatan dalam hal coklit data pemilih.

Soal temuan Panwaslu terkait indikasi pemilih bermasalah, menurut Roso, bisa disampaikan ke KPU untuk ditindaklanjuti. "Jangankan Panwaslu, laporan dari masyarakat, partai politik, dan organisasi kemasyarakat diterima dengan terbuka oleh KPU. Temuan Panwaslu bisa kami tindaklanjuti selama Panwaslu bisa menunjukkan data nama, tempat dan tanggal lahir, serta tempat pemungutan suara," tuturnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI