Pilgub Jateng, Peluang Ganjar Fifty-fifty

SOLO, KRJOGJA.com – Peluang Ganjar Pranowo memperoleh rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), sama dengan bakal calon lain, kendati yang bersangkutan berposisi sebagai inkumben. Tidak ada keistimewaan dalam proses seleksi seluruh pendaftar bakal calon Gubernur Jawa Tengah (Jateng) melalui PDI-P dalam bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jateng. Bahkan, semua calon memiliki peluang fifty-fifty antara memperoleh rekomendasi DPP PDI-P atau tersingkir

Politisi PDI-P asal Daerah Pemilihan Jateng V, Arya Bima, menjawab wartawan, di Solo, Sabtu (9/9/2017) malam mengungkapkan, sebagai inkumben memang ada pertimbangan khusus, terutama dengan penilian kinerja selama menjabat Gubernur Jateng periode sebelumnya. Pertimbangan khusus tersebut, diantaranya meliputi penilaian berdasar hasil survei kepuasan rakyat terhadap kinerja yang bersangkutan, sinergitas pelaksanaan program daerah dengan pemerintah pusat, dan sebagainya.

Penilaian serupa sebenarnya juga diberlakukan kepada bakal calon lain, tambah Arya Bima,  hanya saja cakupan materi bersifat umum serta sebatas kinerja masing-masing sesuai latar belakang aktivitas atau pekerjaan. Jika ada pendaftar berlatar belakang bupati, ketua DPRD, misalnya, penilaian menyangkut kinerja yang bersangkutan semasa menjadi bupati atau ketua DPRD.

Politisi yang terbilang rajin mengunjungi konstituen ini menandaskan, proses seleksi bakal calon kepala daerah dari PDI-P, hingga kini semakin mapan dibawah kendali DPP PDI-P. Bahkan Bima menyebut, tak ada lagi avonturir rekomendasi yang dulu pernah berseliweran setiap kali musim pemilihan kepala daerah. Sebagai partai kader yang modern, proses seleksi telah dibakukan dengan setiap saat dilakukan penyempurnaan.

Menjawab pertanyaan penilaian kinerja Ganjar selama menjadi Gubernur Jateng, Arya Bima enggan memberi komentar secara detil. Meski begitu dalam hal sinergitas pelaksanaan program daerah dengan pemerintah pusat, sejauh pengamatannya, cukup baik, terutama dalam pembangunan infrastruktur. Kalaupun masih ada kekurangan, menurutnya, masih dalam batas wajar, terutama egosektoral antar daerah yang relatif masih cukup kuat.

Tentang partai-partai lain yang telah memunculkan bakal calon Gubernur Jateng serta gencar melakukan sosialisasi, menurutnya tak akan berpengaruh PDI-P. Artinya, penentuan calon yang ditandai dengan penerbitan rekomendasi, tetap mengikuti jadwal yang ditetapkan DPP PDI-P dengan mempertimbangkan tahapan yang direncanakan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jateng. "Tak perlu tergesa-gesa, semua sudah dijadwalkan secara ketat," ujarnya.(Hut)

BERITA REKOMENDASI