Pilkada Sragen, Masa Jabatan Bupati Terpilih Masih Jadi Perdebatan

SRAGEN, KRJOGJA.com – KRJOGJA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sragen belum bisa memastikan masa jabatan Bupati-Wabup terpilih hasil Pilkada 2020. KPU masih menunggu regulasi lebih lanjut dari KPU pusat terkait masa jabatan, apakah 3,5 tahun seperti yang diperkirakan atau 5 tahun.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara KPU Sragen, Mukhsin kepada wartawan Senin (16/3/2020)  malam mengatakan sejauh ini KPU belum bisa memastikan masa jabatan Bupati-Wabup terpilih. Pasalnya sampai saat ini belum ada aturan atau regulasi yang pasti terkait masa jabatan Bupati-Wabup terpilih. “Kami belum bisa memastikan soal masa jabatan. Tapi memang wacananya nanti ada Pilkada serentak di 2024. Sragen kemungkinan bisa ikut Pilkada serentak lagi tahun 2024 sehingga masa jabatan hanya 3,5 tahun. Tapi sekali lagi, itu juga belum pasti dan baru sebatas wacana,” ujarnya.

Mukshin menguraikan jika memang akan mengikuti Pilkada serentak pada putaran 2024, maka masa jabatan pemimpin Sragen hasil Pilkada 2020, memang tidak akan genap 5 tahun. Namun sampai hari ini, wacana itu juga belum ada kepastian. Jika sudah ada pemetaan dan regulasi yang jelas dari pusat soal Pilkada serentak 2024, maka baru bisa dipastikan apakah Sragen harus ikut di 2024 atau ada kemungkinan tidak di 2024. “Karena nanti wacananya Pilgub dan Pemilihan Kepala Daerah Bupati atau Walikota dibarengkan. Kalau sudah ada pemetaan dan aturan yang pasti, nanti baru bisa diketahui,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI