Pilkada Sragen, Yuni-Dedy ‘Pecah Kongsi’

SRAGEN, KRJOGJA.com – Pasangan Yuni-Dedy yang telah memimpin Kabupaten Sragen selama lima tahun terakhir akhirnya harus berpisah. Pada Pilbup 2020 ini, calon bupati petahana Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang memilih maju kembali lewat PDI Perjuangan dipasangkan dengan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Suroto.

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Dedy Endriyatno harus memutar otak membentuk koalisi baru merangkul partai politik (Parpol) selain PDIP-PKB untuk bisa maju Pilbup berhadapan dengan Yuni. Selaku kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dedy dimungkinkan bakal berkoalisi dengan Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Nasdem.

Kepastian pisahnya Yuni-Dedy diketahui setelah DPP PDIP menyerahkan rekomendasi untuk Yuni-Suroto di Jakarta, Rabu (19/2). Rekomendasi itu sekaligus memupus jargon Yuni-Dedy yang digadang-gadang kembali bersama di Pilbup 2020.

“Benar rekomendasi (PDIP) untuk Sragen sudah dibacakan saat kami diundang ke DPP PDIP di Jakarta kemarin. Saya dipasangkan dengan Pak Suroto (PKB) untuk kembali maju di Pilbup Sragen nanti,” ujar Yuni saat jumpa pers di ruang kerjanya, Kamis (20/2).

Menurut Yuni, proses keluarnya rekomendasi tesebut sudah melalui tahapan panjang dan tentu sudah diperhitungkan dengan matang oleh partai. Termasuk kenapa dipasangkan dengan PKB, tentu partai lebih paham probabilitas kemenangan. “Saya sebenarnya sudah ditanya mau berpasangan dengan siapa. Saya jawab memilih berpasangan kembali dengan Mas Dedy. Tapi saat kemudian partai memberikan rekomendasi berpasangan dengan yang lain (Suroto), tentunya partai memiliki pertimbangan lain,” jelasnya.

Sementara, Wabup Dedy Endriyanto saat dikonfirmasi mengenai keluarnya rekomendasi dari PDIP mengaku tetap akan melangkah. Terkait rekomendasi PDIP yang akhirnya lebih memilih ke Yuni-Suroto, Dedy hanya menjawab bahwa dirinya tetap tidak boleh berhenti. “PKS akan segera mengambil langkah. Tunggu perkembangannya,” tandasnya.

Ketua DPD PKS Sragen, Idris Burhanudin menambahkan, pihaknya memang kecewa harus berpisah dengan Yuni. Tapi, PKS tetap akan melangkah dengan membentuk poros baru selain PDIP-PKB agar proses demokrasi di Sragen tetap berjalan. (Sam)

BERITA TERKAIT