Pipa PDAM Dibawah ‘Fly Over’ Purwosari Digeser, Suplai Air Terganggu

Editor: Agus Sigit

SOLO, KRJOGJA.com – Jaringan pipa transmisi 300 DN Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Toya Wening di kawasan proyek ‘fly over’ Purwosari harus digeser lagi, karena tertabrak tiang jembatan layang itu. Penggeseran jaringan pipa primer ini berdampak pada suplai air bersih pelanggan PDAM di wilayah Kelurahan Purwosari dan sekitar Jalan Agus Salim. Selain itu, pelanggan PDAM di wilayah Kerten, Manahan, Jajar, Baturan, Fajar Indah, dan Karangasem juga terkena dampak suplai air dalam kondisi keruh dan kotor.

Pejabat Humas PDAM Toya Wening, Bayu Tunggul Pamilih, menjawab wartawan, di kantornya, Jumat (21/2), mengungkapkan, penggeseran jaringan pipa primer di depan Bank Mayapada Jalan Agus Salim ini, secara teknis memang tidak diduga. Sebelum proyek ‘fly Over’ Purwosari dikerjakan, telah dilakukan penggeseran pipa transmisi sepanjang 800 meter ke arah Selatan, karena pipa lama berposisi persis di bawah tiang pancang jembatan layang di persimpangan sebidang Purwosari itu.

Belakangan, saat pembangunan ‘fly over’ Purwosari memulai pekerjaan ‘bore pile’ untuk pondasi tiang pancang jembatan, ternyata secara teknis terjadi perubahan, dari rencana semula sejajar lurus dari Barat hingga Timur, menjadi berbelok ke sisi Selatan mulai dari depan Bank Mayapada Jalan Agus Salim. Akibatnya, jaringan transmisi PDAM juga harus digeser lagi ke arah Selatan, selain pula pipa sanitasi yang semula tidak terkena pondasi jembatan layang, ikut digeser ke Selatan.

Penggeseran pipa transmisi untuk mengalirkan air dari sumber air Cokrotulung (Klaten) ke Solo itu, diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu mulai Sabtu (22/2) hingga Jumat (28/2), sehingga suplai air bersih kepada sekitar 20 ribu pelanggan dipastikan mengalami gangguan. Untuk pelanggan PDAM di wilayah Purwosari dan sekitar jalan Agus Salin, jelas Bayu, saat dilakukan pemotongan dan penutupan pipa primer, aliran air akan mati total atau mungkin berdebit kecil.

Sedangkan pelanggan di wilayah Kerten, Manahan, Jajar, Baturan, Fajar Indah, dan Karangasem, suplai air dipastikan dalam kondisi keruh dan kotor. Hal ini terjadi, saat jaringan transmisi di tutup, akan terjadi arus balik air di dalam pipa dengan tekanan cukup besar, hingga berdampak kekeruhan. Karenanya, untuk memenuhi kebutuhan air bersih kepada pelanggan terdampak, PDAM Toya Wening akan melakukan droping air bersih menggunakan armada mobil tanki.

Terkait hal itu pula, Bayu mengimbau kepada pelanggan PDAM terdampak, mulai Jumat (21/2) ini bersiap diri menghadapi gangguan suplai air bersih, diantaranya menyiapkan tempat penampungan air, serta lebih berhemat dalam penggunaan air. “Setiap kali menemui persoalan terkait suplai air bersih, pelanggan terdampak agar segera melapor melalui telepon pengaduan nomor 0271 712465 atau WhatsApp ke 0822 1925 8787 dengan menyertakan identitas pelanggan serta share lokasi, sehingga penanganan lebih cepat,” terang Bayu. (Hut)

BERITA TERKAIT