PKL Sukoharjo Resah Kebijakan PPKM Darurat

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRjogja.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro darurat pada 3-20 Juli membuat resah pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Sukoharjo karena bisa melumpuhkan ekonomi rakyat kecil. Sebab dalam kebijakan pemerintah pusat tersebut PKL dilarang menerima pembeli makan ditempat. Pembelian hanya dilayani untuk dibawa pulang. Aturan tersebut juga berlaku bagi pedagang warung makan, rumah makan, kafe dan lapak jajanan.

Ketua Paguyuban PKL se Kabupaten Sukoharjo Joko Cahyono, Jumat (2/7) mengatakan, kondisi yang terjadi sekarang membuat PKL semakin terdesak. Sebab pandemi virus Corona sangat berdampak pada penurunan pendapatan dan berpengaruh menurunkan kesejahteraan. PKL semakin dibuat resah dengan adanya kebijakan pemerintah pusat memberlakukan PPKM berbasis mikro darurat pada 3-20 Juli mendatang.

Keresahan PKL di Kabupaten Sukoharjo karena dalam PPKM berbasis mikro darurat pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan larangan pedagang menerima pembeli makan ditempat. Pembelian hanya dilayani untuk dibawa pulang atau pesan antar. Aturan tersebut membuat PKL resah karena bisa melumpuhkan ekonomi rakyat kecil.

Kebijakan tersebut dengan tegas ditolak Paguyuban PKL se Kabupaten Sukoharjo dan meminta pada pemerintah pusat melakukan kajian ulang. Sebab dampak besar dirasakan pedagang tidak hanya menurunkan pendapatan, namun juga mematikan usaha yang sudah lama ditekuni.

Joko Cahyono menjelaskan, tidak semua PKL di Kabupaten Sukoharjo terdaftar dalam layanan pembelian secara online. Sistem tersebut diberlakukan untuk melayani pembelian dibawa pulang atau pesan antar. PKL lebih mengandalkan sistem tradisional dan manual menerima pembeli langsung untuk makan ditempat.

Paguyuban PKL se Kabupaten Sukoharjo melihat banyak pedagang kecil yang menggelar lapak di pinggir jalan mengandalkan pembeli datang makan ditempat. Keberadaan mereka sangat banyak dan tersebar hampir merata disemua wilayah di Kabupaten Sukoharjo. Para pedagang membuka usaha tidak hanya untuk mencari pendapatan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga saja, tapi juga usaha yang dibuka mampu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Sukoharjo.

BERITA REKOMENDASI