PMI Distribusikan 1.500 Alat Bantu Dengar

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) Solo menyalurkan tak kurang dari 1.500 alat bantu dengar gratis kepada masyarakat, senilai Rp 3 miliar, dengan asumsi harga alat bantu dengar rata-rata Rp 2 juta per unit. Kegiatan sosial yang dilangsungkan selama tiga hari ini, melibatkan sejumlah lembaga, diantaranya Indonesian Starkey Foundation, Lions Club Solo Bengawan, Ikatan Dokter Telinga Hidung Tenggorokan, dan sejumlah relawan.

 

Mengutip data Kementerian Kesehatan, Sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto menyebutkan, hingga saat ini, sekitar 20 persen dari populasi penderita gangguan pendengaran sejumlah 9 juta orang, masih memerlukan bantuan alat dengar, karena latar belakang ekonomi yang kurang memungkinkan. Kalaupun saat ini PMI Solo menyalurkan 1.500 alat bantu dengar dengan menggandeng sejumlah lembaga, tambahnya, menjawab wartawan di sela pemeriksaan telinga penerima bantuan di Balaikota, Senin (8/8), hanya bisa meng-cover sekitar 0,5 persen dari jumlah kebutuhan.

Karenanya dia berharap, ke depan lebih banyak lagi lembaga, termasuk perusahaan swasta menyalurkan bantuan alat dengar lewat 'Corporate Social Responsibility' (CSR) masing-masing perusahaan, agar persoalan ini dapat segera dituntaskan. Gangguan pendengaran, menurutnya, sedikit banyak akan mengurangi produktivitas penderita, terlebih kalangan anak-anak yang masih harus menempuh pendidikan. Tak menutup kemungkinan, gangguan pendengaran berpengaruh pada prestasi yanag bersangkutan, karena daya serap materi ajar kurang maksimal.

Di sisi lain, Manfred Stoifi, Country Director Starkey Foundation, menyebutkan, sejak beberapa tahun lalu, pihaknya sudah memberikan bantuan alat bantu dengar di sejumlah kota di Indonesia melalui program So the world may hear

. Program ini lebih diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat yang kebetulan mengalami gangguan pendengaran. (Hut)

 

BERITA REKOMENDASI