PMI Solo Kekurangan Darah Golongan O

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Persediaan darah di Palang erah Indonesia (PMI) Solo, mulai menipis, seirama dengan arus pendonor yang menurun drastis pada musim libur Lebaran. Hingga dua hari pasca Lebaran, persediaan darah berbagai golongan, tinggal tersisa 600 kantong, dan diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan hingga dua hari ke depan.

Saat dihubungi via telepon, Rabu (28/6), Sekretaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto, menyebutkan, padahal, persediaan darah dikategorikan aman, jika mencapai lebih dari 1.000 kantong. Untuk mengantisipasi kemungkinan kekosongan persediaan darah, PMI telah menghubungi kalangan pendonor rutin, agar bersedia melakukan donor pada hari-hari terakhir ini.

Secara rinci Sumartono menyebut, dari 600 kantong persediaan darah, sementara ini didominasi darah golongan B yang masih mencapai 354 kenatong, sedangkan darah golongan  sebanyak 63 kantong,  golongan O sejumlah 60 kantong, serta golongan AB tersisa 74 kantong. Dari rekapitulasi tersebut, persediaan darah golongan O benar-benar dalam kondisi kritis, sebab permintaan darah golongan ini tercatat paling besar dibanding darah golongan lainnya.

Memasuki awal Ramadhan lalu, jelas Sumartono, PMI Solo sebenarnya telah melipatgandakan persediaan darah hingga mencapai 4 ribu kantong, dan setiap hari menjaring pendonor berkisar 200 orang. Dengan persediaan darah sebesar itu, diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan hingga akhir musim libur Lebaran. Namun, permintaan darah pada beberapa pekan terakhir ternyata cukup tinggi.

Selain memenuhi kebuthan darah dari pasien yang dirawat di rumah sakit Kota Solo, menurut Sumartono, PMI Solo memang melayani permintaan pasien dari rumah sakit di wilayah Solo Raya, bahkan daerah perbatasan, seperti Ngawi, magetan, Madiun, dan sebagainya. Karenanya, persediaan darah yang tinggal menyisakan 600 kantong, terbilang cukup kritis.

Selain menjaring pendonor rutin untuk memenuhi kebutuhan darah, dalam beberapa hari terakhir, pihaknya juga mengoperasikan mobil transfusi darah ke beberapa tempat keramaian. Berbagai upaya harus dilakukan, termasuk sistem jemput bola, untuk menyelamatkan jiwa manusia yang memerlukan transfusi darah. (Hut)

 

PMI

BERITA REKOMENDASI