Polisi Antisipasi ‘Panic Buying’ Solar

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Aparat Polres Karanganyar melakukan pengecekan penjualan solar di sejumlah SPBU guna mengantisipasi kelangkaan kian parah. Aparat bertugas memastikan batasan maksimal penjualan solar tidak dilanggar serta memetakan area kelangkaan.

Kepala Unit (Kanit) Turjawali Satlantas Polres Karanganyar Ipda Marindra Prasetya mengatakan sejauh ini solar tersedia cukup di SPBU yang dipantaunya. Ia mengecek tiga SPBU wilayah perkotaan sampai perbatasan pada Jumat malam (22/10/2021).

“Kami menanyakan dan melihat langsung penjualan solar. Rata-rata masih tersedia. Hanya perlu koordinasi lebih intens untuk distribusi. Antrean pembelian normal saja. Namun kami menekankan pada batas maksimal sekali transaksi Rp150 ribu,” katanya kepada KRJOGJA.com, Sabtu (23/10/2021).

Meskipun stok solar di Karanganyar aman, lebih lanjut diungkapkan Marindra. Dari informasi yang ia peroleh, kebijakan pembatasan tersebut dilakukan oleh masing-masing pengelola SPBU.

Patroli itu juga untuk mendapatkan informasi dimana saja kelangkaan terjadi. Aparat menggali informasinya dari pengemudi angkutan barang maupun orang yang kebetulan mengisi solar di SPBU.

“Informasinya solar langka di beberapa daerah. Kita perlu tahu untuk memetakannya. Juga mengantisipasi serbuan dari daerah itu untuk mengisi solar di Karanganyar,” katanya.

Di sisi lain, sejumlah agen bus antar kota antar provinsi (AKAP) mengeluhkan kondisi kelangkaan solar dalam sepekan terakhir. Adanya pembatasan pembelian maksimal Rp150.000 di setiap SPBU membuat bus-bua AKAP kelabakan.

Dampaknya, pengemudi AKAP kebingungan dan terpaksa harus sering singgah ke SPBU demi bisa mendapat BBM yang cukup. Hal itu akhirnya berimbas pada molornya waktu sehingga bus banyak yang mengalami keterlambatan baik kedatangan maupun keberangkatan.

“Untuk bus SAN biasanya jam 12.00 WIB sudah datang. Ini beberapa hari datangnya jam 14.00 WIB. Karena ada pembatasan pembelian solar di semua SPBU. Hanya boleh beli Rp 150.000. Akibatnya ya tiap SPBU harus berhenti untuk ngisi, kalau nggak gitu nggak bisa jalan. Ini sopir-sopir AKAP dan luar Jawa sudah menjerit,” ujar Ny S, salah satu agen bus SAN. (Lim)

BERITA REKOMENDASI