Polisi Awasi Pergerakan Pasca Pembubaran FPI

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Polres Karanganyar mengawasi pergerakan massa yang mengatasnamakan Front Pembela Islam (FPI) pasca pembubarannya oleh pemerintah. Segala bentuk aktivitas meresahkan masyarakat bakal ditindak tegas.

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi mengatakan, pihaknya telah menerima Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri mengenai pembubaran Front Pembela Islam karena tidak terdaftar sebagai organisasi kemasyarakatan sebagaimana diatur dalam perundang-undangan. Dengan adanya surat tersebut Polres Karanganyar sudah menyampaikan kepada anggota FPI di Karanganyar untuk membekukan kegiatan mereka.

“SKB 3 Menteri sudah diberikan dan disosialisasikan. Sudah kita sampaikan dibekukan kegiatan FPI di Karanganyar,” ujar Kapolres di Mapolres Karanganyar, Sabtu (02/01/2021).

Kapolres menjelaskan, ke depan tidak ada lagi kegiatan FPI di Karanganyar. Apabila tetap berkegiatan, polisi bakal melakukan penindakan secara tegas. Misalnya membubarkan secara paksa dan menangkap personelnya dengan tuduhan melakukan kegiatan ilegal.

“Kita tindak tegas, bubarkan. Ini jadi komitmen kita. Jadi silakan membubarkan diri secara sukarela karena sudah dibubarkan. Masih ada ormas-ormas atau kegiatan lain di Karanganyar untuk membangun Karanganyar,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, pihaknya tidak melakukan pencopotan papan nama atau atribut FPI di Karanganyar. “Tidak ada (pencopotan atribut FPI),” ujar Leganek.

Ditanya jumlah anggota FPI di Karanganyar, Kapolres menyebut ada sekitar 25 anggota FPI yang ada di Karanganyar. Mereka semua diawasi saat ini. (Lim)

BERITA REKOMENDASI