Polisi Bentuk Tim Saber Botoh Pilkades

SRAGEN (KRjogja.com) – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sragen diwarnai dengan munculnya para botoh (petaruh). Kemunculan botoh yang bergerilya ke desa-desa yang menggelar Pilkades itu membuat warga terusik.

Bahkan, aparat kepolisian setempat sudah mengantisipasi munculnya para botoh ini dengan cara membentuk tim khusus. "Kami sudah menerima berbagai masukan terkait pengamanan Pilkades serentak di 19 desa. Termasuk fenomena botoh yang jelas masuk dalam pidana perjudian," ujar Kapolres Sragen, AKBP Cahyo Widiarso, Jumat (18/11/2016).

Menurut Cahyo sejauh ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kemunculan botoh tersebut. Namun sebagai bentuk antisipasi, pihaknya sudah menyiapkan tim khusus yang akan diterjunkan ke lapangan untuk mendeteksi kemunculan botoh.

Upaya preventif dilakukan dengan menggalakkan patroli dari Polres maupun Polsek ke seluruh desa yang menggelar Pilkades. Terutama mendekati pelaksanaan Pilkades yang akan digelar awal Desember mendatang. "Kami akan siapkan tim dari Serse dan Intelijen. Mereka akan diterjunkan untuk mengawasi apabila ada pergerakan botoh di Pilkades," ujarnya.

Cahyo menegaskan bahwa botoh masuk kategori perjudian yang dimodifikasi ke ajang Pilkades. Karenanya, jika ada pelaku botoh yang tertangkap, akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, yakni pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman 7 tahun.
Terkait aksi botoh, pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk ikut mengawasi dan berani melapor apabila mendapati orang atau hal-hal encurigakan yang berpotensi mengganggu pelaksanaan Pilkades.

"Silakan lapor nomor hotline yang sudah kami siapkan," tandas Cahyo.

Di sisi lain, kemunculan botoh sudah mengusik perhatian warga. Salah satu warga Sambungmacan, Ahmad menuturkan menjelang Pilkades ini, sudah banyak botoh yang berkeliaran ke desa pelaksana Pilkades. Mereka mayoritas dari luar Sragen yang khusus datang untuk bertaruh. "Di wilayah saya juga sudah ada kabar botoh yang mulai datang. Biasanya mereka cari-cari informasi peta persaingan calon dulu. Nanti baru cari lawan," jelasnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI